Warga Kabupaten Gowa mengikuti pelatihan berbasis kompetensi program peningkatan kompetensi tenaga kerja dan produktivitas tahun 2019 di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Gowa

80 Warga Gowa Ikut Pelatihan Menjahit dan Tata Rias

Selasa, 02 Juli 2019 | 12:41 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM — Sebanyak 80 orang warga Kabupaten Gowa mengikuti pelatihan berbasis kompetensi program peningkatan kompetensi tenaga kerja dan produktivitas tahun 2019 di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Gowa.

Pelatihan akan berlangsung kurang lebih 40 hari tersebut dimulai sejak 18 Juni lalu hingga 27 Juli mendatang. Kepala UPT Balai Latihan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gowa Muchlis mengatakan bahwa selama 25 hari tersebut para peserta akan dilatih menjahit dan tata rias.

“Jadi peserta akan menjalani masa pelatihan ini selama 200 jam pelajaran dengan hitungan 25 hari untuk jurusan tata rias sedangkan 280 jam atau hitungan 35 hari pelatihan untuk jurusan menjahit,” kata Muchlis, Selasa (2/7/2019).

Lanjutnya, dari 80 peserta pelatihan tersebut terbagi atas kejuruan menjahit sebanyak 48 orang dan kejuruan tata rias sebanyak 32 orang. Para peserta juga tambahnya, difasilitasi asuransi kecelakaan pelatihan dari pusat melalui anggaran pelatihan ini. 



Ia juga menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan kerjasama BLK Gowa dengan BLK Makassar.

“Jadi mereka dapat transpor, dapat pakaian kerja, konsumsi selama pelatihan dan sertifikat pelatihan dari (Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Jadi mereka ini selain dilatih keterampilan tata rias dan menjahit, mereka juga mengikuti uji kompetensi dari BNSP dan yg lulus akan dapat sertifikat BNSP yang berlaku secara nasional selama 3 tahun,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gowa, Salehuddin Bachtiar mengatakan pelaksanaan pelatihan yang dilakukan BLK Gowa tersebut sudah berjalan sejak 2014 dan sudah menelorkan warga mandiri dan produktif kisaran 500-an orang berbagai angkatan.

Ia juga menjelaskan bahwa khusus pelatihan yang dibiayai APBN melalui BLK Makassar yang tengah dilaksanakan tersebut menurut Salehuddin baru 80 orang angkatannya yakni yang sementara berjalan.

“Setelah pelatihan session yang difasilitasi APBN 2019 ini, kita tetap membuka ruang pelatihan untuk masyarakat dengan melalui APBD. Sampai kini jumlah pendaftar sebanyak 300 orang dan baru terfasilitasi (ikut pelatihan) sekitar 160 orang dilakukan bertahap. Tahap selanjutnya akan kita ikutkan pada tahun berikutnya,” jelas kadis.

Diakui Salehuddin untuk dapat terekrut  dalam pelatihan tersebut, pihak BLK Gowa juga melakukan seleksi ketat terhadap calon peserta.

“Jadi untuk ikut dalam program ini kita juga ketat merekrut calon pesertanya. Untuk tahun depan selain kami usul kejuruan favorit yakni tata rias dan menjahit, kami juga usul kejuruan komputer dan pengolahan (prosessing) hasil bumi dan pertanian,” tandasnya.(*)