Kepala Desa Borisallo, Sofyan Dg Liang

35 Hektare Sawah Gagal Panen, Kades Borisallo Desak BBWS Pompengan Jeneberang Perbaiki Sandpocket II

Sabtu, 06 Juli 2019 | 12:07 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Rusli - GoCakrawala

GOWA, GOSULSEL.COM — Kondisi bangunan Sandpocket II yang kini rusak jadi perhatian aparat desa Borisallo, Kecamatan Parangloe, Gowa. 

Mereka mendesak Sandpocket II segera diperbaiki oleh pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang. 

Kepala Desa Borisallo, Sofyan Dg Liang mengungkapkan, efek kerusakan Sandpocket II sangat berpengaruh terhadap jaringan irigasi. Sejak jebol Februari 2019 lalu, jaringan irigasi juga ikut rusak. Kini tak berfungsi lagi. 

Alhasil, suplai air ke areal persawahan terganggu. Akibatnya 35 hektare sawah yang dijadikan sumber kehidupan warga di desanya gagal panen. 



“Petani di desa kami sangat bergantung pada irigasi. Solusinya ada di Sandpocket II. Mohon kiranya BBWS Pompengan Jeneberang melakukan perbaikan. Agar jaringan irigasi kembali normal,” ujar Sofyan, Sabtu, 6 Juli 2019.

Mantan Kepala Dusun Pakkolompo itu mengaku, air dari Sungai Jeneberang tak lagi mengalir ke dalam jaringan irigasi sepanjang 200 meter tersebut. Tertutup oleh material jalan tambang.

Pihaknya pun sudah berupaya keras mencari solusi agar jaringan irigasi itu kembali berfungsi. Selain berkoordinasi dengan pihak Perusda selaku pihak penambang, Ia juga melapor ke Pemkab Gowa. “Termasuk Balai Pompengan sudah saya datangi. Tapi belum ada respon,” katanya. 

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Supardji saat dikonfirmasi menegaskan, pihaknya tetap akan melakukan perbaikan bangunan pengendali sedimen yang mengalami kerusakan. Termasuk Sandpocket II yang jebol. Pekerjaan perbaikan itu dikerjakan tahun 2020 mendatang.

“Untuk tahun ini belum ada program perbaikan Sandpocket,” ungkap dia via pesan whatshapp.(*)


BACA JUGA