Tak Mau Ganggu Pengendara, Perbaikan Jl Hertasning Dikerjakan Malam Hari

Kamis, 11 Juli 2019 | 19:53 Wita - Editor: Muhammad Fardi - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

MAKASSAR, GOSULSEL. COM– Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi mulai mengerjakan perbaikan Jalan Letjend Hertasning Makassar. Rencananya perbaikan jalan sepanjang 1,5 kilometer menggunakan anggaran sekitar Rp23 miliar.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Rudy Djamaluddin mengatakan pengerjaan fisik sudah mulai dilakukan. Ini ditandai dengan adanya pengukuran ulang dan pembongkaran beberapa jalur pedestarian lama serta saluran irigasi lama.

Agar tak menganggu pengendara dan membuat kemacetan, kontraktor pemenang diminta melakukan pengerjaan saat malam hari. Terlebih akses jalan provinsi ini menjadi salah satu penghubung Kota Makassar dan Kabupaten Gowa.

“Kita persyaratkan, tidak boleh lagi ganggu pengguna. Kita minta kalau bisa kerjakan malam hari,” kata Rudy usai menghadiri Rapat Paripurna di DPRD Sulsel, Kamis (11/7/2019).



Mantan dosen Fakultas Teknik Unhas ini menjelaskan Jl Hertasning akan dibuat menjadi jalan percontohan provinsi yang ada di dalam kota. Tak hanya badan jalan, jalur pedestarian dan irigasi juga akan ditata dengan baik.

“Ini salah satu jalan percontohan dalam kota. Termasuk penataan drainase dan pedestarian, apalagi di sana itu kawasan kuliner. Kita berharap dengan penataan yang bakm tidak ada lagi pedagang liar berjualan di sepanjang jalan,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pemeliharaan Dinas Marga dan Bina Konstruksi Muh Arifin mengatakan anggaran yang ada akan menyelesaikan perbaikan  sepanjang 1 54 km, dari simpang AP Pettarani hingga batas Aroepala, depan Kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar.

Menurut Arifin, Jalan Hertasning sejak beberapa tahun lalu telah dikeluhakan masyarakat, lantaran banyak lubang dan titik bergelombang. Sehingga pada tahun ini dilakukan pemeliharaan sekaligus peningkatan infrastruktur jalan.

Katanya, Jalan Hertasning bakal disulap menjadi lebih ramah pejalan kaki dan jadi percontohan. Seperti menghadirkan pedestrian dan trotoar yang yang lebih luas dari yang ada saat ini.

“Hertaning ini kita mau percantik, lengkap tipikal jalan, ada trotoar dan pedestrian. Kita mau jadikan percontohan itu,” kata Arifin.

Lebih rinci, perubahan yang dilakukan pada median jalan yang persempit untuk mepebarkan trotoar. Sementara luas jalan tetap delapan meter di dua sisinya.

“Kan studi banding dulu, ke Surabaya karena itu keinginan pak gub. Median dikecilkan, trotoar dilebarkan. Karena yang sekarang, tidak ada jalan untuk pejalan kaki karena ada pohon di tengah nya,” tutupnya.(*)