Dirut Energi Equity Epic Sengkang, Andi Ryianto, temui Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, di Rujab Gubernur, Sabtu (13/7/2019)

Temui Gubernur, Dirut Energi Equity Epic Lapor Progres Proyek Rp4 Triliun

Sabtu, 13 Juli 2019 | 16:42 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Dirut Energi Equity Epic Sengkang, Andi Ryianto, melaporkan progres proyek senilai Rp4 triliun di Kabupaten Wajo kepada Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, di Rujab Gubernur, Sabtu (13/7/2019). 

Laporan tersebut membuahkan hasil yang cukup membahagiakan pihak Energi Equity Epic, sebab Gubernur Sulsel dan Bupati Wajo Amran Mahmud, memberikan dukungan penuh atas pembangunan di Wajo. 

“Pak Gubernur ini secara langsung kembali memberikan jaminan bahwa Perusda dengan mitranya PT South Sulawesi LNG silakan untuk meneruskan kegiatannya, karena didukung Pak Gubernur dan Pak Bupati, akan bantu dikeluarkan surat dukungan karena memang ini persoalan administrasi saja,” jelas Andi Riyanto saat ditemui usai berdiskusi panjang dengan Gubernur Sulsel. 

Lebih lanjut, Andi Ryianto mengaku, proyek senilai triliunan itu masih terkendala mengenai administrasi di Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. 



“Jadi ini diberi penguatan insya Allah bisa melanjutkan pekerjaan, menyelesaikan konstruksi di sana (Kabupaten Wajo) nilainya hampir Rp4 triliun, dan sekarang sementara terhenti karena masalah administrasi dengan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup,” bebernya.

Menurutnya, jika sudah selesai perizinan, maka pekerjaan bisa selesai dalam waktu enam bulan sampai satu tahun. 

“Enam bulan sampai satu tahun paling lama sudah bisa berproduksi, menghasilkan pendapatan baik bagi investor dan pemerintah provinsi dan kabupaten melalui partisipasi interaksi yang 10 persen, dan itu nilainya besar,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk lapangan Kampung Baru sendiri tidak ada masalah, sudah selesai dan beroperasi sekitar 97 persen. Sekarang ini untuk lapangan kedua Walang Sepeng Binge atau Wasambo, sekitar 50 persen sudah selesai.

“Namun belum selesai karena persoalan di hilirnya di LNG nya, kerjasama antara Perusda dengan PT. South Sulawesi LNG itu masih terkendala masalah administrasi di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Itu yang menjadi kendala sehingga kami belum bisa meneruskan dan menyelesaikan itu,” jelasnya.(*)