Salah satu kelompok teater Makassar, Kala Teater

Kala Teater Tampilkan Pengalaman Traumatik Perempuan Makassar dalam Djakarta Theater Platform

Minggu, 14 Juli 2019 | 23:25 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

JAKARTA, GOSULSEL. COM — Salah satu kelompok teater Makassar yang paling produktif di Makassar saat ini, Kala Teater terlibat dalam program Djakarta Theater Platform yang digelar sejak 8 – 20 Juli 2019.

Kegiatan yang turut mengundang beberapa kelompok teater yang berasal dari Indonesia, Jepang dan Inggris ini diselenggarakan Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo).

Kala Teater akan menampilkan Suara-suara Gelap (dari ruang dapur) yang merupakan proyek Kota dalam Teater (City in Theatre Project), proyek berdurasi 10 tahun yang digagas Kala Teater sejak tahun 2015 hingga 2025 kelak. Hasil riset diwujudkan dalam pertunjukan teater dengan siasat teater dokumenter.

“Tahun ini proyek Kota dalam Teater menelusuri pengalaman traumatik perempuan selama hidup di Makassar. Kala Teater mengumpulkan data pengalaman traumatik perempuan di Makassar yang berasal dari 381 responden melalui wawancara,” ungkap Nurul Inayah, selaku penanggung jawab riset.



“Riset tersebut dalam konteks pembacaan isu-isu kota yang diwujudkan ke pertunjukan teater. Hasil riset mengeluarkan sejumlah ketakutan, diungkap dari jiwa; ruang terdalam sebuah diri, “ujar Shinta Febriany, sutradara pertunjukan di Jakarta, Sabtu (13/7/2019).

Kala Teater akan tampil pada Senin, 15 Juli 2019 pukul 19.30 di Teater Luwes, Institut Kesenian Jakarta.

Pertunjukan yang digelar tidak dalam panggung procenium Graha Bakti Budaya TIM ini dimainkan aktornya Dwi Lestari Johan, Nirwana Aprianty, Sukarno Hatta, Mega Herdianty dan Wawan Aprilianto.

Tim lainnya adalah Uki Fathi sebagai penata Bunyi, Ananditya Gustiani sebagai penata Set dan Properti, Deli Luhukay dan Achmadi Fani sebagai penata Multimedia, Dwi Sastra Mario sebagai penata Cahaya, Iqbal Naspa sebagai Manajer Panggung, Nurul Inayah sebagai Asisten Sutradara dan Riset, Syahrini Andriyani sebagai Pimpinan Produksi.(*)