Balai Taman Nasional Taka Bonerate SPTN Wilayah II Pulau Jinato, mengadakan Transplantasi Karang di Desa Jinato, Kec. Taka Bonerate Kab. Kepulauan Selayar

TN. Taka Bonerate Transplantasi Karang dengan Metode MARRS

Senin, 15 Juli 2019 | 12:01 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Dila Bahar - Gosulsel.com

SELAYAR, GOSULSEL.COM — Balai Taman Nasional Taka Bonerate SPTN Wilayah II Pulau Jinato, mengadakan Transplantasi Karang di Desa Jinato, Kec. Taka Bonerate Kab. Kepulauan Selayar.

Transplantasi karang dipimpin langsung oleh Sunadi Buki (Pejabat Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan Balai Taman Nasional Taka Bonerate). Selain itu, turut serta mahasiswa/i PKL Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UMI Makassar dan Masyarakat Desa Jinato.

Balai Taman Nasional Taka Bonerate SPTN Wilayah II Pulau Jinato, mengadakan Transplantasi Karang di Desa Jinato, Kec. Taka Bonerate Kab. Kepulauan Selayar

Pelaksanaan berlangsung beberapa hari menggunakan metode MARRS dengan ciri khas menggunakan media konstruksi besi berbentuk jaring laba-laba. Kegiatan dilakukan mulai tahap persiapan pengayakan pasir, pengeleman rangka, pelapisan rangka dengan pasir hingga pemasangan bibit karang (transplant) pada media dan penempatan bibit pada lokasi yang telah ditentukan.

Nur Aisyah Amnur, SP., MP (selaku Kepala SPTN Wilayah II Pulau Jinato Balai Taman Nasional Taka Bonerate) hal ini menyampaikan transplantasi karang guna untuk merehabilitasi kondisi karang yang mulai mengalami kerusakan, ini merupakan salah satu bentuk upaya dari Kementrian LHK dan pihak pengelolah TN. Taka Bonerate.



“Kegiatan seperti transplantasi karang dilakukan setiap tahunnya di Balai Taman Nasional Taka Bonerate, dalam 3 tahun terakhir keberhasilan transplantasi karang dengan metode dapat mencapai 70%, ditandai dengan hampir tertutupnya areal yang rusak dengan bibit karang yang kita tanam. Tahun ini kita berusaha untuk lebih menyempurnakan penerapan metode ini, beberapa Minggu yang lalu pihak dari instansi TN. Bonerate telah mengikuti pelatihan yang dilaksanakan oleh Kementrian LHK bekerjasama PT. MARRS yang terlaksana di Pulau Bontosua Makassar sang penemu jaring laba-laba,” tukasnya.

Setelah kegiatan ini berlangsung agar kiranya Masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga ekosistem Atol ketiga terbesar di dunia.(*)