Mensos RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, saat meresmikan rehabilitasi dan revitalisasi Makan Pahalamwan Nasional (MPN) Sultan Hasanuddin di Jalan Pallantikang Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Selasa (16/7/2019)

Pemkab Gowa Anggarkan Rp2,5 M Rehab MPN Sultan Hasanuddin, Mensos RI: Ini Patut Dicontoh

Selasa, 16 Juli 2019 | 18:12 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM — Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial, Pepen Nazaruddin Rehabilitasi dan Revitalisasi Makam Pahlawan Nasional Sultan Hasanuddin menggunakan anggran sebesar Rp4,5 miliar.

Dimana Rp2,5 miliar diantaranya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gowa dan Rp2 miliar menggunakan dana pusat yaitu Anggran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sementara itu, Menteri Sosial RI, Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Gowa yang telah mengalokasikan dana untuk rehabilitasi dan revitalisasi Makam Pahlawan Nasional Sultan Hasanuddin.

“Ini merupakan sebuah contoh yang sangat baik yang perlu ditiru dilakuakn juga oleh kabupaten/ kota lainnya yang ada di Indonesia untuk mereka memberikan perhatian terhadap taman makam pahlawan yang ada di daerah masing-masing,” ungkapnya.

Sementara Wakil Bupati Gowa H Abd. Rauf Malaganni Kr Kio mewakili Pemkab Gowa menyambut hangat Menteri Sosial bersama rombongannya. 

Mewakili Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, Kr Kio mengatakan rehabilitasi dan revitalisasi makam tersebut menjadi berkah bagi Kabupaten Gowa. Sebagaimana diketahui Kerajaan Gowa di masa silam merupakan salah satu kerajaan besar di nusantara yang saat ini masih dapat dinikmati. 

Lanjut Kr Kio makam pahlawan Sultan Hasanuddin memang sepatunya harus dilestarikan agar generasi saat ini dan akan datang dapat mengambil semangat dari nilai-nilai kepahlawanan yang diimplementasikan para tokoh-tokoh pahlawan nasional salah satunya Sultan Hasanuddin. 

“Kawasan ini merupakan pusat yang menyebarkan kesejahteraan sosial sehingga menjamin terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, dan kebutuhan sosial bagi masyarakat Kerajaan Gowa di masa silam,” tandasnya.(*)


BACA JUGA