Mantan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, usai diskusi terbuka yang membahas terkait pembatalan pelaksanaan F8, di kediaman Danny Pomanto, Jl. Amirullah Makassar, Kamis (18/7/2019)

Danny Pomanto: Tanpa Pemerintah, F8 Tetap Dilaksanakan

Kamis, 18 Juli 2019 | 21:25 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Dila Bahar - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Mantan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menegaskan bahwa event International Eight Festival dan Forum (F8) akan tetap dilaksanakan meski tanpa anggaran dari pemerintah kota.

Hal ini ditegaskan dalam diskusi terbuka yang membahas terkait pembatalan pelaksanaan F8. Diskusi yang mengundang Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Makassar Abd. Wahab Tahir, para kurator F8, pelaku UMKM, serta pekerja seni ini berlangsung di kediaman Danny Pomanto, Jl. Amirullah Makassar, Kamis (18/7/2019).

“Kalau pemerintah kota tidak sanggup untuk mendukung ini, tidak apa-apa, kita bisa bantu. Tanpa uang pemerintah pun ini sudah bisa jalan. Karena event ini bukan siapa penyelenggaranya, melainkan bagaimana kegiatan ini bisa tetap dijalankan,” kata Danny.

Danny mengaku kecewa dengan keputusan pemerintah kota. Menurutnya, pemerintah tidak memiliki hak untuk membatalkan apa yang sudah ditetapkan dan dibahas di DPRD. Apalagi, ini telah menjadi salah satu event internasional di Kementerian Pariwisata.



“F8 ini sudah menjadi siri’ na pacce orang Makassar. Saya sedikit kecewa dengan kata pembatalan. Seharusya tidak boleh ada kata pembatalan, kalau tidak sanggup bikin, ya bilang, tidak apa- apa,” jelasnya.

Bahkan, kata dia, selama pelaksanaan event F8 tiga tahun berturut-turut jumlah transaksi mencapai miliaran rupiah.

“Transaksi waktu itu Rp21 miliar yang ada di booth arena. Belum lagi yang 20 ribu kamar yang diisi pengunjung kalau penuh. 5 hari bisa mencapai 100 miliar. Kalau manfaat yang didapatkan selama event ini, tanyalah pada orang-orang yang ikut,” tambahnya.

“Jadi, kita akan tetap laksanakan F8 ini, meskipun tanpa uang pemerintah. Diusahakan sehabis pelantikan presiden pada 20 Oktober 2019 baru kita laksanakan. Kalau perlu kita undang Pak Presiden membuka acara,” tandasnya.(*)


BACA JUGA