Serah Terima Jabatan dan Lepas Sambut Rektor UIN Alauddin Makassar dari Prof. H. Musafir, M.Si kepada Prof Hamdan Juhannis, Rabu (31/7/2019) di Gedung Auditorium UIN Alauddin Makassar

Empat Tahun ke Depan, Rektor Baru UIN Alauddin Makassar Target 75 Persen Jurusan Terakreditasi A

Rabu, 31 Juli 2019 | 19:45 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM — Rektor baru Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Prof. H. Hamdan Juhannsi, MA., Ph.D menargetkan di era kepemimpinannya selama empat tahun ke depan 75 persen jurusan dan Program Studi (Prodi) harus terakreditasi A.

Hal tersebut disampaikan Prof Hamdan Juhannis saat menyampaian sambutannya di acara Serah Terima Jabatan dan Lepas Sambut Rektor UIN Alauddin Makassar dari Prof. H. Musafir, M.Si kepada Prof Hamdan Juhannis, Rabu (31/7/2019) di Gedung Auditorium UIN ALauddin Makassar.

“Target kami empat tahun ke depan akan menghasilkan prodi yang handal yaitu dengan menghadirkan 75 persen prodi kita sudah terakreditasi A,” ungkapnya.

Tak hanya itu selama empat tahun ke depan, Prof Hamdan Juhannis juga akan membawa UIN Alauddin Makassar ke arah moderasi beragama sesuai dengan komitmen dan kebijakan beragama dari Kementerian Agama Republik Indonesia untuk mewujudkan agama yang moderat.



“Selama empat tahun ke depan kita juga akan memperkuat jaringan yang kita sudah rintis pada bidang empat, publikasi yang sangat aktif, peningkatan hak paten pembiayaan pada publikasi dan penerbitan serta data yang teritegrasi,” lanjutnya.

Target tersebut tertuang dalam Pancacita bidang akademik yang dicanangkan oleh Prof Hamdan Juhannis sebagai upaya untuk menjadikan Kampus UIN Alauddin Makassar menajdi menjadi perguruan tinggi terkemuka di Kawasan Asean. 

Selain Pacacita Akademik, selama 4 tahun kedepan, Prof Hamdan Juhannis juga mencanangkan Pancacita Non Akademik yaitu kampus yang asri, tradisi yang terjaga, bisnis yang produktif, kesejahteraan meningkat dan alumni yang kompetitif.

“Untuk 100 hari kerja pertama saya mengajak semuanya untuk berkomitmen tidak ada lagi sampah di dalam kampus, kita ingin memastikan tidak ada lagi sampah di dalam kampus. Kita tidak ingin kampus ini diledek sebagai kampus TPA kita tidak ingin kampus ini tidak memiliki budaya tidak bersih, tidak ingin kampus ini tidak memiliki tradisi malas,” tandasnya.(*)