Krisis air bersih di Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros
#

Atasi Kekeringan di Bontoa, Ini yang Akan Dilakukan Pemkab Maros

Kamis, 01 Agustus 2019 | 09:21 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Muhammad Yusuf - GoSulsel.com

MAROS, GOSULSEL.COM — Setiap tahunnya wilayah pesisir utara Maros yakni Kecamatan Bontoa, menjadi langganan tetap bencana kekeringan dan krisis air bersih. Untuk menuntaskan persoalan tersebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros tengah merancang pembangunan pipa dan rencana penyublingan air payau menjadi air tawar di wilayah tersebut. 

Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkab Maros A Darmawati, saat dikonfirmasi terkait penanganan krisis air bersih di wilayah pesisir Kabupaten Maros mengatakan bahwa saat ini, Pemkab Maros tengah menyusun rancangan pembangunan pipanisasi. 

“Sudah ada rancangan untuk pembangunan instalasi air bersih ke Kecamatan Bontoa sana. Namun, saat ini pemerintah masih dalam tahap proses pencarian titik air bersih,” kata Darmawati. 

Untuk pembangunan pipanisasi ini sendiri pemerintah akan menggelontorkan anggaran senilai Rp5 miliar. Pengerjaannya pun akan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) agar Pemkab bisa lebih leluasa menggelontorkan anggaran untuk menangani persoalan krisis air bersih ini. PDAM tidak dilibatkan lantaran bukan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD).

“Pembangunannya akan segera kita lakukan. Harapannya ke depan warga tidak lagi kesulitan terkait air bersih,” katanya. 

Pendistribusian air bersih untuk wilayah Maros yang mengalami kekeringan dan krisis air bersih, Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Maros Abd Baddar, mengaku telah melakukan upaya penyuplaian air bersih dengan berkoordinasi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros. 

“Pemerintah sudah memyampaikan sebelumnya untuk penyuplaian air bersih secara gratis dari PDAM kita lakukan, akan tetapi kami koordinasikan dengan BPBD. Sehingga, nanti BPBD yang menentukan wilayah yang betul-betul membutuhkan bantuan tersebut,” katanya, Kamis (1/8/2019).

Untuk pendistribusian air bersih ke semua wilayah terdampak kekeringan dan krisis air bersih, PDAM Maros mengaku sedikit kewalahan lantaran armada pengangkut air bersih milik PDAM hanya sebanyak dua unit mobil tangki. Sementara, permintaan dari warga yang membutuhkan terbilang tinggi. 

“PDAM hanya miliki dua mobil tangki dan ini menyulitkan kami untuk menjangkau semua permintaan di lapangan. Maka dari itu kami berkoordinasi dengan BPBD dan pihak lain yang memiliki armada dan ingin membantu untuk menyuplai air bersih kepada warga,” ujar Abd Baddar. 

Pihak PDAM Maros juga sedang menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak seperti Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Angkasa Pura (AP) I, PT Semen Bosowa dan lain sebagainya, “Mereka juga ikut dilibatkan dalam penanganan bencana kekeringan dan krisis air bersih di Kabupaten Maros,” katanya.(*)