FOTO: ungkap Direktur Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Sulsel, Endang Kurnia Saputra saat memberikan keterangan pers di Grind and Pull, Jl A Mappanyukki Makassar/Jumat, 9 Agustus 2019/Dila bahar/GOSULSEL.COM

BI Catat Pertumbuhan Ekonomi Sulsel di Triwulan II 2019 Meningkat 7,46 Persen

Jumat, 09 Agustus 2019 | 14:28 Wita - Editor: Muhammad Fardi - Reporter: Dila Bahar - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Memasuki pertengahan tahun 2019, Bank Indonesia mencatat, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan mengalami peningkatan.

Setelah tumbuh sebesar 7,01 persen (yoy) di triwulan I, pertumbuhan pada triwulan II tercatat sebesar 7,46 persen (yoy).

muhammad-ismak

“Meningkatnya perekonomian didorong oleh Lapangan Usaha (LU) utama Sulsel yaitu LU Pertanian, Pertambangan, Industri Pengolahan, Konstruksi serta Perdagangan Besar dan Eceran,” ungkap Direktur Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Sulsel, Endang Kurnia Saputra dalam konferensi persnya di Grind and Pull, Jl A Mappanyukki Makassar. Kamis (8/8/2019)

Endang mengatakan, meningkatnya LU Pertanian yang tumbuh 5,44 persen (yoy) karena masih terdapat panen raya komoditas tabama (tanaman bahan makanan) di Kab. Maros, serta komoditas perkebunan khususnya kakao di daerah Luwu Raya (Kab. Luwu, Kab. Luwu Timur, dan Kab. Luwu Utara).



Peningkatan LU Tambang yang mencapai 1,47 persen (yoy) didorong oleh produksi nikel matte yang tetap tinggi (17.631 MT) seiring dengan telah kembali beroperasinya bendungan Larona ke kapasitas normalnya, serta penurunan energi khususnya diesel dan batubara yang menjadi biaya terbesar perusahaan tambang terbesar di Sulsel.

LU Industri pengolahan yang meningkat seiring dengan peningkatan Industri Besar dan Sedang pada kelompok bahan makanan seiring dengan tingginya permintaan masyarakat saat HBKN.

“Sementara itu, LU Perdagangan Besar yang meningkat sejalan dengan tingginya aktivitas masyarakat saat HBKN,” jelasnya.

Dari sisi pengeluaran, kata Endang, konsumsi menjadi faktor pendorong utama perekonomian. Tingginya kegiatan masyarakat seiring dengan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) bulan Ramadhan dan idul fitri serta potongan harga yang ditawarkan sejumlah pusat perbelanjaan mendorong konsumsi rumah tangga mencapai 7,45 persen (yoy).

“Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah juga menyalurkan rapel kenaikan gaji dan THR bagi ASN pada bulan April dan Mei 2019 sehingga mendorong konsumsi pemerintah meningkat signifikan 17,69 persen (yoy),” terangnya.

Selain itu, lanjutnya, pesta demokrasi yang masih dirasakan hingga awal triwulan juga mendorong konsumsi lembaga non-profit rumah tangga (LNPRT) mencapai 51,69 persen (yoy) pad triwulan II 2019 dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 38,30 persen (yoy).

“Investasi juga tercatat meningkat sejalan dengan beberapa proyek pemerintah yang masih terus berlangsung, seperti bandara sultan hasanuddin, Makassar New Port, jalan tol dan jalan layang Makassar,” tutupnya. (*)

BACA JUGA