Armada distribusi gas elpiji milik PT. Allatengae Gas saat menyuplai salah satu bengkel sepeda motor Yamaha di depan pintu air Bonto Sunggu, Bantimurung, sebanyak 80 buah tabung gas elpiji dengan harga Rp20.000 perbuah
#

Bantimurung Krisis Stok Elpiji, Warga Curiga Ada Permainan Agen Penyalur

Sabtu, 10 Agustus 2019 | 14:59 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Muhammad Yusuf - GoSulsel.com

MAROS, GOSULSEL.COM — Warga Kecamatan Bantimurung mengaku kesulitan mencari gas elpiji 3 kg. Hal itu lantaran terbatasnya stok di setiap agen penyaluran. Sementara, kios tidak memiliki stok, Sabtu (10/8/2019).

Pangkalan gas elpiji 3 kg yang berada di lingkungan Pakalli misalnya, yang hanya menyiapkan 20 buah gas elpiji dan tumpukan tabung gas kosong. Menurut salah seorang warga Tapieng Alimuddin, bahwa pangkalan itu sudah dua hari kekosongan stok.

muhammad-ismak

“Dua hari kosong. Pas ada distribusi hanya menyediakan 20 buah dan itu tidak cukup untuk semua warga. Sementara, saat ini kami sangat membutuhkan,” kata Alimuddin. 

Belum lagi saat ini warga tengah mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut hari Raya Idul Adha. Harganya Rp15.500 perbuah tapi stoknya hanya 20, jelas tidak cukup. Satu lingkungan saja ada seratusan lebih KK,” katanya.



Sementara, pangkalan mengalami krisis stok elpiji, berbeda dengan bengkel Yamaha yang berada di Dusun Kaluku, pas depan pintu air Bonto Sunggu, Kecamatan Bantimurung. Penyalur gas elpiji PT Allatengae Gas, malah menurunkan sebanyak 80 buah gas elpiji 3 kg bersubsidi. 

“Di sana malah diturunkan 80 buah, sementara di pangkalan cuman 20 buah. Harganya juga sangat mahal yakni Rp20.000 perbuah,” ungkapnya. 

Warga mencurigai adanya permainan dalam distribusi stok gas elpiji 3 kg kali ini. Betapa tidak, pangkalan yang seharusnya menjadi sentral distribusi mengalami krisis, sementara pengecer yang tidak resmi malah kelebihan stok dengan harga yang sangat mahal. 

“Heran dengan penyalur. Inikan gas untuk masyarakat miskin, kenapa dijual di pengecer dengan harga yang sangat mahal? Mestinya pangkalan yang menjadi distributor gas bersubsidi ini dengan harga yang sesuai dari pemerintah,” ungkapnya. 

Ia (Alimuddin) menyayangkan kelangkaan gas elpiji ini terjadi pas di mana masyarakat sangat membutuhkan untuk pemenuhan dapur jelang hari raya. Ia berharap agar pemerintah secepatnya memberikan solusi terkait stok elpiji yang langka ini.(*)