STF Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik UIN Alauddin Makassar gelar Pelatihan Pemasaran Online Bagi Pelaku Usaha Perempuan Muslimah di Kabupaten Enrekang, Jumat (9/8/2019)

Bersama STF UIN Jakarta, KKN Tematik UIN Makassar Beri Pelatihan Pemasaran Online

Sabtu, 10 Agustus 2019 | 01:28 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

ENREKANG, GOSULSEL.COM — Bekerja sama dengan Social Trust Fund (STF) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik UIN Alauddin Makassar gelar Pelatihan Pemasaran Online Bagi Pelaku Usaha Perempuan Muslimah di Kabupaten Enrekang, Jumat (9/8/2019).

Kegiatan yang diselenggarakan di Kantor Desa Bubun Lamba Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang tersebut melibatkan Dinas Pertanian Kabupaten Enrekang dan Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Enrekang serta diikuti oleh kelompok wanita tani (KWT) dan kelompok usaha kecil menengah (UKM) perempuan yang ada di Kabupaten Enrekang.

muhammad-ismak

“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah awal untuk mengajak para pelaku usaha agar terlibat dalam pemasaran online, kami sangat mengapresiasi antusias para pelaku usaha perempuan dalam mengikuti kegiatan ini, selain training kami juga akan melakukan pendampingan selama 45 hari yang melibatkan mahasiswa KKN Tematik UIN Alauddin Makassar,” ungkap Direktur STF UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Amelia Fauzia dalam sambutannya. 

Sekretaris Camat Anggeraja Rusdin Patu  sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan sangat dibutuhkan untuk saat ini dalam menghadapi era globalisasi. Petani membutuhkan pengetahuan tentang cara memasarkan produk melalui online.



“Kegiatan ini sangat kami apresiasi apalagi dalam menghadapi era globalisasi atau biasa disebut dengan jaman now, sehingga diperlukan pelatihan seperti ini untuk meningkatkan penjualan melalui pemasaran secara online bagi wanita tani. Dengan menggunakan pemasaran online kita juga dapat bersaing dengan negara-negara maju,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, mewakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Enrekang, Kepala Bagian Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Enrekang Ikbar, juga mengungkapkan bahwa dengan adanya pelatihan tersebut dapat meningkatkan penjualan petani Kabupaten Enrekang.

“Para petani telah terlatih dalam hal bertani dan pengolahan hasil tani, namun yang menjadi kendala kami adalah pemasaran kami yang belum maksimal, sehingga dengan adanya inovasi terbaru ini yakni pemasaran online yang diberikan kepada pelaku usaha khususnya perempuan kami berharap dapat meningkatkan penjualan, apalagi berjualan secara online dapat di akses seluruh dunia,” harapnya. 

Koordinator Desa KKN Tematik UIN Alauddin Makassar, Sadri Saputra. S menyebutkan bahwa dalam pelatihan ini terkait pemateri memberikan motivasi kepada para pelaku usaha untuk bisa memasarkan usahanya melalui marketplace dengan langsung mempraktekkan penggunaan Google Bisnisku dalam pemasaran online. Selain itu, para peserta juga dilatih untuk membuat akun bisnis online di Google Bisnisku. 

“Selain pendampingan, dalam program ini juga akan melaksanakan penelitian yang melibatkan peneliti dari Social Trust Fund UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Peneliti dari The University of New South Wales Australia,” ujar Sadri Saputra. S.

Lanjutnya, mahasiswa KKN yang terlibat langsung dalam program pendampingan ini sangat merasa bersyukur karena dapat menjadi bagian dari pendampingan pemasaran online bagi pelaku usaha.

“Kami berharap dengan adanya pendampingan ini, kami dapat memberikan kontribusi dan memberikan solusi terkait dengan pemasaran produk secara online dari para pelaku usaha perempuan muslimah di Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang peserta pelatihan, Risma mengaku sangat senang ikut kegiatan tersebut. Menurutnya, dengan adanya pelatihan tersebut ia bisa memasarkan produknya ke seluruh penjuru dunia melalui online.

“Dulu saya hanya mengandalkan berjualan di rumah produksi serta dari mulut ke mulut, dan untuk memasarkan bawang goreng masih sangat sulit. Namun ketika mengikuti pelatihan ini saya berharap dapat memanfaatkan marketplace untuk memasarkan produk saya ke seluruh Indonesia sehingga penghasilannya dapat meningkat,” harap Risma penuh semangat.(*)