Pemkot Makassar melalui DP2A gelar koordinasi penguatan kelembagaan Pengarusutamaan Gender (PUG) Kota Makassar Tahun 2019 di Hotel Arthama Jl. Haji Bau Makassar, Senin (13/8/2019) kemarin

IPG Capai Rata-rata Nasional, Pemkot Makassar Apresiasi Kinerja DP2A

Selasa, 13 Agustus 2019 | 14:11 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Dila Bahar - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memberi apresiasi terhadap capaian Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (DP2A) dalam memperoleh Indeks Pembangunan Gender (IPG) di atas rata-rata nasional.

“Berdasarkan capaian kinerja Pemerintah Kota Makassar, kita patut berbangga, bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita telah mencapai kemajuan yang sangat signifikan. IPM ini untuk mengukur indeks pembangunan manusia, yaitu umur panjang, pengetahuan, dan standar hidup layak,” ungkap Staf Ahli Wali Kota, Takbir Alim Bahri dalam kegiatan koordinasi penguatan kelembagaan Pengarusutamaan Gender (PUG) Kota Makassar Tahun 2019. 

muhammad-ismak

Kegiatan ini digelar Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (DP2A) di Hotel Arthama Jl. Haji Bau Makassar, Senin (13/8/2019) kemarin.

Takbir memaparkan, IPM diukur berdasarkan tingkat harapan hidup, persentase pendidikan, dan penyesuaian pendapatan. IPM Kota Makassar mengalami peningkatan sejak tahun 2011 dari 77,82 menjadi 80,17 di tahun 2016, di atas rata-rata Nasional (73,81), dan di atas Provinsi Sulawesi Selatan (73,29). 



Hal yang sama dalam pencapaian Indeks Pembangunan Gender (IPG) yang merupakan instrumen dalam mengukur kesetaraan dan keadilan gender dalam sejumlah aspek kehidupan manusia (rumah tangga, masyarakat dan negara), melalui kebijakan dan program yang memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan dan permasalahan perempuan dan laki-laki ke dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi dari seluruh kebijakan dan program diberbagai bidang kehidupan dan pembangunan.

Kota Makassar sudah berhasil mewujudkan pencapaian IPG di atas rata-rata nasional yaitu sebesar 93,96, yang rata rata IPG nasional (91,03) dan rata-rata IPG Provinsi Sulawesi Selatan (92,92). Sementara itu, Indeks Pemberdayaan Gender Kota Makassar di tahun 2016 sebesar 74,54, juga di atas rata-rata nasional sebesar 69.57, dan di atas rata-rata skala IPG Provinsi Sulawesi Selatan 64.57. 

“Dari capaian angka-angka tersebut, Alhamdulillah, Kota Makassar yang sejak puluhan tahun, di periode kepemimpinan Kota Makassar kali ini kita mendapatkan predikat Kota Layak Anak level Nindya, harapan kita tahun berikutnya bisa meraih level utama. Kemudian untuk program pemberdayaan perempuan, kita telah meraih penghargaan APE (Anugerah Parahita Ekapraya) level Madya. Sama halnya Kota Layak Anak, APE ini kita harapkan bisa meningkat ke level yang lebih baik lagi yaitu predikat Mentor,” terangnya.

Capaian prestasi tersebut, kata dia, tidak lantas harus berpuas diri dan berhenti memikirkan nasib rakyat. Terdapat harapan besar Wali Kota Makassar untuk terus mejadikan Kota Makassar ini menjadi kota dunia. 

“Semua stakeholder diharapkan dapat bekerja sama dan berkolaborasi menjadikan perempuan dan anak berada pada garis aman, mandiri, bermartabat dan berkualitas. Disadari, bahwa dari berbagai angka statistik juga terdapat angka-angka yang mengingatkan kita, bahwa perempuan belum secara maksimal mampu mendapatkan akses, berpartisipasi, kontrol dan manfaat dari kebijakan pembangunan,” jelasnya.

“Anak juga masih terus dihantui dengan berbagai tindak kriminal dengan berbagai modus yang makin canggih. Beriring dengan tantangan kehidupan di masyarakat semakin kompleks, dengan pasar bebas maupun pesatnya kemajuan teknologi yang berdampak besar terhadap perubahan ekonomi, mental dan budaya masyarakat,” tutupnya.(*)