Pembukaan PES 2019 yang juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, dan artis nasional Arie Untung, di Trans Studio Mall Makassar, Jumat (16/8/2019)

PES 2019, Upaya BI Dorong Pengembangan Ekonomi Syariah di Sulsel

Jumat, 16 Agustus 2019 | 20:02 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Sulawesi Selatan merupakan daerah yang memiliki potensi pengembangan ekonomi syariah yang sangat besar.

Hal tersebut didasari oleh tiga hal yaitu Sulawesi Selatan termasuk dalam top 10 destinasi pariwisata muslim Indonesia, Sulawesi Selatan memiliki 10.440 tanah wakaf dengan luas total 1.029 juta m² (23,35% dari tanah wakaf nasional) dan 53% di antaranya telah bersertifikat wakaf, dan jumlah santri Sulawesi Selatan mencapai 66.217 orang yang tersebar di 294 pondok pesantren (terbanyak ke 2 di KTI dan ke 9 nasional).

muhammad-ismak

“Melihat kondisi tersebut, sangatlah relevan apabila Sulawesi Selatan perlu terus mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, sehingga dapat menjadi penggerak utama dan hub pengembangan ekonomi syariah di wilayah Indonesia timur,” ujar Kepala Perwakilan BI Sulsel, Bambang Kusmiarso, saat menyampaikan sambutannya pada pembukaan PES 2019, di Trans Studio Mall Makassar, Jumat (16/8/2019).

Upaya edukasi dan kampanye pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di tingkat nasional telah aktif diselenggarakan Bank Indonesia sejak tahun 2014 dengan penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival.



Sementara itu di tingkat regional, Festival Ekonomi Syariah Regional (FESYAR) telah secara rutin menjadi event tahunan yang dikoordinasikan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri.

Pekan Ekonomi Syariah (PES) adalah rangkaian kegiatan untuk memeriahkan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) KTI yang akan diselenggarakan di Kalsel pada tanggal 12-14 September 2019 dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) pada bulan November 2019 di Jakarta.

Penyelenggaraan Pekan Ekonomi Syariah 2019 di Sulsel merupakan keberlanjutan dari Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) tahun 2017 dan Pekan Ekonomi Syariah tahun sebelumnya yang juga merupakan rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) KTI di Banjarmasin pada tanggal 12 – 14 September 2019 dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang akan dilaksanakan di Jakarta pada bulan November 2019.

Kepala KPw Bank Indonesia Sulsel, Bambang Kusmiarso, saat menyampaikan sambutannya pada PES 2019

Pekan Ekonomi Syariah 2019 berlangsung mulai tanggal 16-18 Agustus 2019 di Trans Studio Mall Makassar. Dalam kegiatan tersebut, puluhan tenant mulai dari perbankan hingga UMKM binaan Bank Indonesia memperkenalkan produknya di event ini.

“Untuk menarik partisipasi aktif masyarakat, event PES juga mencakup kegiatan Lomba/Nominasi dan Pemberian Award untuk meningkatkan ghirah para tokoh masyarakat, ulama, pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha dalam mendukung dan menyuarakan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di tingkat regional,” paparnya.

Kepala KPw Bank Indonesia Sulsel, Bambang Kusmiarso, saat mengunjungi tenant UMKM di PES 2019

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulswl, Andi Sudirman Sulaiman yang turut hadir pada pembukaan PES 2019, menyampaikan dalam sambutannya bahwa pangsa pasar ek onomi syariah Sulsel sangat besar. “Peluang di bidang syariah ini besar karena pangsa pasar kita jelas sekali, dominasi di Sulsel ini besar sekali,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa desa wisata menjadi program prioritas Pemprov Sulsel untuk meningkatkan perekonomian di Sulsel. Program pengembangan wisata ini telah dimulai tahun 2019 dan 2020 akan banyak pengembangan di sektor wisata yang akan dilakukan Pemprov Sulsel.

“Hasil diskusi kita dengan beberapa pemangku kepentingan bahwa jika desa wisata sudah berkembang atau sektor-sektor wisata berkembang, maka sektor lain akan bergerak. Mulai dari sistem akomodasi, transportasi, infrastruktur juga,” jelasnya.

Lanjutnya, untuk mengembangkan sektor wisata perlu adanya sinergitas dengan segenap pemangku kepentingan. BI telah bekerjasama dengan Pemprov Sulsel dalam melaksanakan program tersebut. Pemprov juga mengajak pemerintah daerah dan swasta untuk bersinergi.(*)

BACA JUGA