FOTO: Sejumlah pimpinan Ormas yang tergabung dalam Aliansi Pendukung NA memberikan keterangan klarifikasi atas tudingan tindakan premanisme dan pembakaran Bendera HMI/Selasa, 20 Agustus 2019/MF/GOSULSEL.COM

Konflik HMI dan Pendukung NA di Pusaran Angket

Selasa, 20 Agustus 2019 | 17:06 Wita - Editor: Muhammad Fardi -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Aliansi Pendukung Nurdin Abdullah berselisih paham hingga terjadi konflik. Berawal saat keduanya melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sulsel, kemarin.

Aliansi pendukung NA meminta hak angket yang mewacanakan pemadzulan kepemimpinan Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman tidak dipolitisiasi dan dihentikan. Sementara di luar gedung DPRD, HMI juga melakukan aksi unjuk rasa agar hak angket terus dilanjutkan.

muhammad-ismak

Akibatnya, massa Aliansi Pendukung NA yang jumlahnya jauh lebih banyak membubarkan massa HMI. Mereka terlibat saling dorong sebelum massa HMI dikejar.

Pengurus Badko HMI, Pengurus Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sulawesi Selatan dan Barat (Badko HMI Sulselbar) mengecam tindakan berbentuk premanisme dalam menghalang-halangi hak konstitusional dalam menyampaikan pendapat atau unjuk rasa.



“Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Badko HMI Sulselbar teesebut bertujuan mengawal proses Sidang Hak Angket DPRD Sulsel agar berjalan sesuai mekanisme dan tidak diintervensi oleh kepentingan yang akan membelokkan arah rekomendasi, sehingga tidak sesuai dengan fakta sidang angket yang berujung pada peristiwa pembubaran paksa telah menciderai nilai-nilai demokrasi,” kata Syamsumarlin, Selasa (20/8/2019).

“Oleh karena itu, atas peristiwa tersebut, kami mendesak kepada pihak kepolisian agar melakukan penindakan sesuai prosedur hukum terhadap pelaku pembubaran dan penganiayaan terhadap kader HMI pada saat menggelar aksi tersebut sebagai upaya penegakan hukum dan demokrasi,” imbuhnya.

Ditempat berbeda sejumlah pimpinan Ormas yang tergabung dalam Alinasi Pendukung NA memberikan keterangan pers. Ketua Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI), Andi Nur Alim mengatakan, posisiny saat Unras kemarin adalah Korlap.

“Sewaktu dinformasikan oleh teman-teman bahwa ada aksi tandingan. Saya langsung ke depan dan melihat hanya sekitar 15 orang dan saya menghampiri ternyata ada adik-adik yang saya kenal, jadi saya bilang jangan terlalu lama kalau bisa mundur karena saya tidak bisa menahan massa dari dalam,” ucap Bongkar, sapaan Andi Nur Alim.

Bahkan dia menilai bahwa aksi yang dilakukan HMI cenderung provokatif. Alasannya karena sengaja masuk ke wilayah massa aksi Aliansi Pendukung NA yang lebih awal melakukan Unras.

“Banyak hal penyampaian para orator mereka yang tidak disukai oleh para relawan yang sengaja mengatakan makzuldkan pak NA. Ini tidak diterima oleh teman-teman sehingga dengan spontan teman-teman langsung mengusir,” ucap Bongkar.

Dia bahkan mengaku prihatin dengan massa HMI yang melakukan aksi Unras kemarin. Menurut Bpngkar akibat aksi itu membuat HMI terkesan adalah lembaga kecil.

“Saya kasian. Tidak terorganisir. Tidak tertib. Tanpa komunikasi yang baik dengan pengurus HMI. Ini yang saya sayangkan. Menjadikan HMI ini seperti organisasi kecil,” tandasnya.

Aliansi Pendukung NA Minta Maaf ke HMI

Melalui Jendral Lapangan Iwan Rusadi, Aliansi Pendukung NA meminta maaf atas insiden tersebut. Dia mengaku, di barusan pendukung NA juga banyak kader HMI.

“Kami sangat cinta kepada HMI. kami di pendukung Prof NA banyak alumni-alumni HMI juga. Jadi tolong dicatat tidak ada maksud mau berbenturan apalagi mau membakar bendera HMI. Kedua, kami minta kepada oknum-oknum yang ada dibelakang ini, sadarilah bahwa ini tidak baik. Tidak benar. Karena kita berharap Sulsel ini maju di bawah kepemimpinan NA,” ucap Iwan.

Dia membujuk HMI agar konflik itu tidak berkepanjangan. Tidak terjadi benturan.

“Jadi tolong adik-adik di HMI mari kita sadari semua jangan ada benturan ini. Pak NA itu mencintai semua. Beliau sejak awal mewakafkan dirinya untuk kemajuan Sulsel. Tidak ada yang lain, tidak sama sekali mementingkan pribadi,” imbuhnya.

Bantah Tudingan Membakar Bendera HMI

Aliansi pendukung NA juga membantah telah melakukan pembakaran bendera HMI. Hal ini disampaikan oleh salah satu fungsionaris Aliansi Pendukung NA, Husni Mubaraq. Dia menjamin tak ada sama sekali pembakaran bendera HMI.

“Sampai jam setengah 5 saya tongkrongi tidam ada pembakaran bendra sedikitpun. Bahkan ada tukang becak di situ bilang motornya adik-adik HMI dijagai sama orang yang demo,” tegas Karca, sapaannya.

Dia menegaskan bahwa dirinya adalah saksi nyata. Jika ada yang menuding terjadi pembakaran, Karca mempersilahkan untuk mengubungi dirinya. Begitupun Karca menuding isu adanya pemukulan.

“Tidak ada 1 pun yang dipukul. Bahkan teman dari koalisi sempat berpapasan di Fly Over dan tidak terjadi apa-apa. Jadi kalau ada anak HMI yangg melakukan pembalaran tolong hubungi saya,” katanya.(*)

BACA JUGA