Pembangunan akses jalan dari Rantepao, Toraja Utara menuju Bua, Kabupaten Luwu

Gubernur NA Wujudkan Mimpi Warga Bastem dan Luwu Raya

Kamis, 22 Agustus 2019 | 00:00 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Melalui kerja nyata dan tangan dinginnya, Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah berupaya mewujudkan mimpi masyarakat Bastem dan Luwu Raya untuk dapat menikmati akses jalan dari Rantepao, Toraja Utara menuju Bua, Kabupaten Luwu berhasil diwujudkan.

Tahun 2019 menjadi saksi dimulainya pekerjaan jalan ini. Ruas jalan Rantepao, Toraja Utara – Bandara Bua, Luwu 41 kilometer, lebar 14 meter dengan 4 lajur. 

muhammad-ismak

Mantan Bupati Bantaeng dua periode ini menjelaskan, pembangunan jalan tersebut merupakan upaya untuk mempermudah akses masyarakat petani dan wisatawan dari Luwu Raya ke Toraja. 

“Ini adalah akses yang mempermudah tiga daerah, yakni Kabupaten Toraja Utara, Luwu dan Kota Palopo. Ini aksesnya orang Luwu, orang Palopo yang mau ke Toraja, inikan aksesnya lebih dekat, jalannya lebih luas lebih besar, tidak ekstrim dan waktu tempuhnya lebih cepat, ini kalau jadi dari Bua ke Rantepao hanya 40 menit,” jelas alumni Universitas Jepang itu, usai meninjau langsung ruas jalan Bua – Rantepao, di Toraja Utara, Rabu (21/8/2019).



Selain akses darat, akses udara juga tetap menjadi prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel di bawah kepemimpinannya sebagai orang nomor satu di Sulsel. 

“Kedua, kita ada dua pilihan Bandara Internasional Toraja dan Bandara Bua Luwu. Jadi kita tidak tahu kalau tiba-tiba gagal landing di Toraja bisa mendarat di Bandara Bua. Aksesnya juga tidak jauh,” kata mantan Sekjen Apkasi Indonesia ini. 

Sehingga, masyarakat akan merasakan dan menikmati sebuah perkembangan setelah berhasil membangun jalan ini. 

“Pasti Palopo juga akan berkembang. Turis-turis juga tidak stay (tinggal) di Rantepao, Makale saja, tapi mungkin stay di Palopo juga menikmati pantai di Palopo. Saya kira ini adalah kolaborasi antara beberapa kabupaten,” kata guru besar Unhas Makassar ini. 

Menurutnya, setelah selesai semua tahap pekerjaan ini di samping mempercepat akses, juga untuk mewujudkan semua mimpi-mimpi masyarakat Bastem yang ingin menikmati akses jalan yang aman dan nyaman. 

“Ini juga agar masyarakat Bastem menikmati akses jalan, setelah sekian lama memimpikan ini jalan. Sekarang, alhamdulillah ini sudah dibuka. Ini saja sudah gembira mereka (warga Bastem), itu kan luar biasa apalagi kalau kita sudah aspal. Nah, nantinya Bastem ini akan menjadi penyangga sayur-sayuran, buah-buahan baik ke Toraja maupun ke Palopo,” pungkasnya. 

Sekarang, mereka menanam buah-buahan, tapi tidak mengetahui wilayah pemasaraanya, dikarenakan akses yang susah.

“Nah sekarang ini kita buat jalan untuk membuka kantong produksi. Makanya kita all out untuk menyelesaikan ini,” tutupnya. 

Diketahui, target Pemprov Sulsel bulan Desember tahun 2019 ini sudah rampung untuk pembangunan tahap pertama dan akan melanjutkan pembangunan tahap kedua pada bulan Januari 2020 dengan betonisasi.(*)