FOTO: Suasan diskusi publik Agindo dengan tema "Menakar Kekuatan Pendatang Baru di Pilwali Makassar"/Minggu, 25 Agustus 2019/GOSULSEL.COM

Penantang Baru, ARN Siapkan Skema Menang di Pilwali Makassar

Minggu, 25 Agustus 2019 | 19:01 Wita - Editor: Muhammad Fardi -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Bakal calon Wali Kota Makassar, Abdul Rahmat Nur mematangkan persiapan di Pilwali Makassar tahun 2020 mendatang. Sebagai penantang baru, ARN akronim namanya mempersiapkan skema menang pada hajatan politik lima tahunan ini.

Langkah politik telah dilakukan dengan memassifkan perkenalan diri. Menurutnya, starting awal langkah politik adalah modal popularitas

muhammad-ismak

“Membutuhkan pengenalan. Dan dalam tahapan-tahapan, maka metode pengenalan yang lazim dilakukan oleh siapapun pelaku politik saat ini masih berlaku,” kata Abdul Rahmat Nur pada dialog publik yang mengusung tema “Menakar Pendatang Baru di Pilwali Makassar” di CCR Coffe, Jalan Toddopuli, Makassar, Minggu (25/8/2019).

Bahkan, ARN tidak menepis melakukan frame sosialisasi yang berbeda dengan bakal calon lain. Hanya saja dengan kepentingan dia enggan membeberkan pointer – pointer kampanyenya.



Tidak hanya itu saja, ARN tidak ingin terpengaruh dengan kekuatan klan politik tertentu. Dari beberapa pengalaman Pilkada, dia menilai bahwa terjadi pergeseran perilaku politik saat ini, dimana fanatisme terhadap klan sudah meredup.

“Ada satu hal yang harus saya ingatkan. Saya melihatnya sebagai sudut pandang profesional, ada pergeseran perilaku politik masyarakat di Kota Makassar. Pergeseran politik itu diantaranya adalah fanatisme terhadap klan itu tidak terlihat lagi seperti 5 sampai 10 tahun yang lalu,” ungkapnya.

“Siapa yang bisa menyangka bahwa NA bisa terpilih sebagai Gubernur? Padahal dia tidak diback up oleh klan kuat. Siapa yang bisa memprediksi bahwa Appi bisa kalah pada Pilkada yang lalu. Bahkan dia didukung oleh banyak partai. Dan masih banyak fenomena-fenomena lain saya liat di Makassar. Sehingga menurut saya bahwa klan itu penting tapi bukan segalanya,” ungkapnya.

Menurut, ARN aliran politik yang selama ini dianut bisa saja bergeser di tahun 2020.

“Akan terbuka bebas, terbuka luas untuk siapa saja. Jadi bisa punya kesempatan yang sama dengan yang tidak dibackup oleh klan,” tandasnya.(*)