FOTO: Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah melantik pejabat Pemprov yang baru saja dirotasi/Senin, 26 Agustus 2019/Mirsan/GOSULSEL.COM

Ini Alasan Gubernur NA Parkir Empat Kepala OPD di Staf Ahli

Senin, 26 Agustus 2019 | 14:03 Wita - Editor: Muhammad Fardi - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah kembali melakukan mutasi pimpinan OPD atau pejabat eselon II lingkup Pemprov Sulsel. Ada delapan pejabat yang dilantik di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Senin (26/8/2019).

Dari delapan pejabat tersebut, empat diantaranya ‘diparkir’ dari pimpinan OPD menjadi staf ahli. Mereka adalah Iqbal Suhaeb (Pj Walikota Makassar) dari Kepala Balitbangda menjadi Staf ahli. Jufri Rahman dari Kepala Bappeda menjadi staf ahli, Asmanto Baso Lewa dari Kepala Kesbangpol menjadi staf ahli dan Muh Tamzil dari Kehutanan menjadi staf ahli.

muhammad-ismak

Sementara empat pejabat lainnya adalah Irman Yasin Limpo dari Kadisdik menjadi Kepala Balitbangda. Kemudian ada Andi Ilham Gazaling dari Kepala Dinas Sosial menjadi Kadis PPPA. Denny Irawan dari staf ahli menjadi Kadisbudpar. Dan Moh Hasan Sijaya dari staf ahli menjadi Kadis Arsip dan Perpustakaan.

Dalam sambutannya, Nurdin Abdullah mengatakan pergeseran jabatan ini dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada ASN potensial mengisi jabatan pimpinan OPD melalui seleksi terbuka (bidding).



“Kita harus tahu, hari ini kita mencoba melakukannya bidding terbuka, bidding terbuka ini tidak bisa dilakukan kalau masih ada pejabatnya. ,” katanya.

NA menyebutkan pejabat yang digeser ke staf ahli masih ada kemungkinan untuk menduduki jabatan pimpinan OPD. Terlebih dalam rancangan perda penyusunan perangkat OPD Pemprov yang sementara dalam pembahasan, jumlah staf ahli akan dikerucutkan jadi tiga.

“Bukan berarti menjadi staf ahli sudah habis, nggak. Silahkan ikut bidding lagi. Saya ingin sampaikan ke yang baru dilantik, peluang terbuka lebar. Kita siapkan menunya, bapak mau ke mana. Silahkan ikut bidding, tapi satu tekad kita dukung pemerintahan yang ada,” jelas Nurdin. 

“Jangan bermain-main soal ini, kasihan rakyat satu tahun ini kita sia-sia. Habis waktu kita bertengkar. Padahal banyak orang yang punya kompetensi yang sangat bagus,” lanjutnya.

Khusus jabatan OPD yang kosong akan disi oleh pelaksana tugas. Mulai dari Bappeda dijabat oleh Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi Rudy Djamaluddin, Dinas Pendidikan dijabat oleh Kepala BKD Sulsel Muh Asri, Dinas Sosial dijabat oleh Kepala BKPSDM Imran Jauzi, Dinas Kehutanan dijabat sekretaris Dishut Faisal dan Kesbangpol dijabat staf ahli Ni’mal Lahamang.(*)

BACA JUGA