FOTO: Plt Ketua DPD II Golkar Kabupaten Gowa, Hoits Bachtiar/Junaid/GOSULSEL.COM

Belum Tentukan Koalisi, Golkar Buka Peluang Bagi Calon Bupati Gowa di Pilkada 2020

Minggu, 01 September 2019 | 21:15 Wita - Editor: Muhammad Fardi - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM – Meskipun sudah menjalin komunikasi dengan beberapa partai politik (Parpol) dan salah seorang yang digadang-gadang bakal calon Bupati Gowa, namun Golkar belum menentukan pilihan akan berkoalisi dengan partai apa.

Hal tersebut diakui oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Golkar Kabupaten Gowa, Hoist Bachtiar. Seperti Partai Gerindra yang yang disebut-sebut akan mengusung Darmawangsyah Muin.

muhammad-ismak

“Kemarin teman-teman Golkar kritisi kenapa cuma satu yang disebut, saya katakan kan memang baru itu, lagian melalui partainya juga, Gerindra,” kata Hoist Bachtiar.

Selain Gerindra, Hoist Bachtiar juga menyebutkan PDI Perjuangan telah menjalin komunikasi dengan Golkar untuk bulat berkoalisi menatap Pilkada Gowa.



“PDIP sudah ajak kita untuk dukung Gerindra, tapi saya bilang tidak usah dulu. Mari kita bicara soal fraksi gabungan di parlemen dulu, dan sedikit lagi terwujud,” ungkapnya.

Walaupun sudah menjalin dengan beberapa partai, Namun Hoist Bachtiar menyatakan partainya masih membuka peluang kepada semua calon Bupati Gowa untuk bertarung di Pilkada 2020.

“Kita buka peluang untuk semua calon untuk kita pilih yang mana terbaik bagi Golkar. Kandidat mana yang komitmen mau besarkan Partai Golkar di Gowa, karena ini makin kerdilki kodong,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa partainya tidak memungkinkan untuk mengusung calon sendiri. Menurutnya hal tersebut diakibatkan perolehan kursi Partai Golkar di Parlemen Gowa menurun drastis.

Diketahui, Golkar Gowa pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 mendapat 9 kursi di DPRD Gowa sementara Pileg 2019 ini turun drastis menjadi 3 kursi.

“Pasti harus berkoalisi tidak mungkin mengusung sendiri. Mengusung sendiri itu minimal 9 kursi baru bisa. Kita kan cuma tiga (3), tidak mungkin. Makanya kita ada lobi-lobi politik atau kita yang dilobi. Karena kalau tidak salah semua partai harus berkoalisi, karena yang paling tinggi kan 8 kursi,” tambahnya.(*)

BACA JUGA