Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah dan Wagub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman

Setahun Kepemimpinan Prof Andalan, Nurdin Beberkan Keberhasilan Pembangunan

Selasa, 03 September 2019 | 13:11 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Tak terasa masa kepemimpinan Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah dan Wagub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman akan genap berumur setahun. Seperti diketahui pasangan dengan tagline Prof Andalan ini dilantik 5 September 2018 lalu.

Rentang waktu kurang lebih 12 bulan itu, banyak riak dan gelombang yang dihadapi. Pasangan Prof Andalan tersebut tetap berusaha komitmen melaksanakan berbagai agenda program yang telah dicanangkan sebagai gubernur dan wakil gubernur.

muhammad-ismak

Baru beberapa bulan menjabat, ujian berat muncul ketika gubernur dan wakil gubernur diterpa isu dualisme. Selain itu, sejumlah kebijakan yang diambil, baik oleh kosong satu maupun kosong dua menuai kontroversi publik. 

Diantaranya pelantikan pejabat eselon III dan IV yang SK-nya ditandatangani wakil gubernur. Juga terkait pencopotan sejumlah pejabat eselon II. Selain itu, muncul kegaduhan soal ‘bagi-bagi proyek’, dan lainnya. Persoalan yang terjadi akhirnya bermuara ke hak angket di DPRD Sulsel.



Namun, lepas dari gonjang ganjing kegaduhan yang terjadi, tidak bisa dinafikan jika pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman sudah berbuat untuk masyarakat.

“Memang kita ada persoalan internal selama ini. Namun semua program tetap jalan kok,” klaim Gubernur HM Nurdin Abdullah, di Rumah Jabatan Gubernur, Senin (2/9/2019).

Dia merunut kerja-kerja yang telah dilakukan. Mulai dari penataan aset, pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur jalan, menghadirkan rumah sakit regional, penataan birokrasi, dan masih banyak lagi.

“Yang selesai itu penataan aset Stadion Mattoanging. Penyerahan fasilitas Jalan Metro Tanjung Bunga, penyerahan alas hak untuk Stadion Barombong, dan sejumlah aset lainnya di kabupaten kota,” ungkap Nurdin.

Dia melanjutkan, pihaknya juga sudah mulai melaksanakan janji-janji politiknya.

Untuk aksesbilitas lokasi terpencil, Nurdin mengaku sudah membangun jalan dan jembatan ke Seko. Begitu juga dengan pembangunan rumah sakit regional. 

Namun sayang, untuk menghadirkan rest area yang menjadi program utamanya, saat ini masih menemui kendala terkait pembebasan lahan.”Jadi semua yang kita canangkan mulai jalan,” tegasnya.

Kalaupun selama ini ada ribut-ribut yang terjadi, NA mengatakan itu bagian dari dinamika yang harus dihadapi. Melaksanakan roda pemerintahan tidak selalu melewati jalan yang mulus, pasti ada kerikil yang harus dihadapi.(*)

BACA JUGA