FOTO: Suasana pengelolaan bakso ikan bandeng masyarakat Maros yang didampingi oleh tim Dosen Unibos/Jumat, 6 September 2019/Ist
#

Dosen Unibos Bantu Warga Maros Kelola Bakso Ikan Bandeng

Jumat, 06 September 2019 | 11:23 Wita - Editor: Muhammad Fardi - Reporter: Dila Bahar - Gosulsel.com

MAROS, GOSULSEL.COM – Tim Dosen Universitas Bosowa Makassar (Unibos) membantu warga mengelola produksi bakso ikan bandeng di Desa Borimasunggu, Kabupaten Maros, Jumat (6/9/2019).

Kegiatan ini merupakan salah satu Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPUD) Bandeng Cabut Duri. Mereka yang tergabung dalam tim dosen yakni, Dr. Ir. Andi Abriana, MP, Dr. Ir. Erni Indrawati, M.Si dan Ir. Rahmawati Rahman, M.Si.

muhammad-ismak

Pengelolaan bakso ikan bandeng ini difokuskan pada UKM Tegar Mandiri yang merupakan UKM dibidang usaha pengolahan hasil perikanan.

Beberapa bentuk kegiatan yang dilakukan termasuk penyuluhan dan pelatihan produk bandeng cabut duri menjadi bakso ikan bandeng. Mulai dari pembekuan ikan, penggilingan daging, dan pengemasan produk secara vakum.



“Bakso ikan bandeng dijual dalam kemasan vakum per 250 gram per pack. Dimana sebelumnya kami juga terlebih dahulu sosialisasi kegiatan program pengabdian PPUD kemudian dilakukan penyuluhan,” Kata Dr. Ir. Andi Abriana, MP.

Dia menambahkan, kegiatan pengabdian ini juga merupakan pengabdian multi years selama tiga tahun dan ini adalah kegiatan tahun II, dimana pada tahun pertama telah dilakukan pengolahan ikan bandeng menjadi bandeng cabut duri.

“Kegiatan tahun II ini merupakan lanjutannya untuk penganekaragaman produk olahan ikan bandeng cabut duri menjadi produk olahan bakso ikan bandeng dan abon ikan bandeng. Sedangkan untuk tahun III lebih difokuskan pada pemasaran dari produk-produk tersebut sehingga menjadi produk unggulan dari Kabupaten Maros,” ungkapnya.

Salah satu masyarakat dari UKM Tegar Mandiri, Syamsinar mengungkapkan, bahwa dirinya sangat mendukung program ini karena dapat melakukan variasi atas hasil olahan ikan bandeng menjadi beragam produk.

“Artinya ini dapat membantu kami meningkatkan nilai jual dari ikan bandeng dan secara tidak langsung juga dapat meningkatkan pendapatan kami sebagai kelompok masyarakat petambak ikan,” demikian Syamsinar.(*)