Stadion Andi Mattalatta

Ambil Alih Stadion Mattoanging, Pemprov Pastikan Tak Ganggu Jadwal PSM

Selasa, 10 September 2019 | 19:43 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengambil langkah cepat untuk mengamankan aset kawasan olahraga Mattoanging dengan memasang papan bicara. Ada dua papan bicara dipasang, satu di depan pintu masuk VIP Stadion Andi Mattalatta dan satu lagi dari arah Jl Andi Mappanyukki.

Kepala Satpol-PP Sulsel, Mujiono mengatakan langkah ini sebagai bentuk pengamanan aset milik Pemprov. Terlebih sekian puluh tahun aset seluas 8 hektar lebih ini dikuasai oleh Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS).

muhammad-ismak

“Kami bukan melakukan penertiban, tetapi mengamankan aset. Aset ini sudah sekian puluh tahun dikelola oleh YOSS. Secara apa saja, mau secara hukum, kita punya legal standing. Kita punya sertifikat, kita punya histori tanah dari era zaman pak Andi Rifai,” kata Mujiono usai pemasangan papan bicara, Selasa (10/9/2019).

Mujiono memastikan setelah pengamanan aset, pihaknya tak akan menghalangi segala bentuk aktivitas olahraga yang selama ini sudah berjalan di Stadion Andi Mattalatta, GOR Mattoangin dan kolam renang.



“Semua kegiatan yang dilaksanakan dalam kawasan baik itu di stadion maupun di GOR Mattoangin dan kolam renang, silakan. Sama sekali tidak, mau PSM main silakan, mau apa lagi silakan,” sebutnya.

Pihaknya berharap pengurus YOSS tidak melakukan tindakan berlebihan atas pengamanan aset tersebut. Sebagai bukti, Satpol-PP tidak melakukan pengusiran dan pembongkaran bangunan termasuk mengusir warga yang mendiami sekitar kawasan stadion.

“Insya Allah semoga tidak ada perlawanan, niat dan itikad kita baik. Tidak ada sampai pertumpahan darah apalagi konflik. Sedangkan warga yang bermukim di sini selama puluhan tahun itu tidak ada korek-korek,” sebutnya.

Pemprov, menurut mantan kepala biro aset ini sangat menghormati Alm Andi Mattalatta selaku pencetus kawasan Mattoanging. 

“Pak Andi Mattalatta itu sangat kita hormati, jangankan beliau yang sudah tidak ada, anak-anaknya beliau saja kita sangat segang. Hanya saja ini, persoalan aset. Sejak dulu aset Pemprov bukan aset siapa-siapa. Kita cuma mau mengamankan,” tutupnya.(*)

BACA JUGA