Bendahara Umum (Bendum) PPP Maros Salman Sunusi, ikut mendaftarkan diri sebagai salah satu calon Bupati Maros di PDIP
#

Tak Mau Ketinggalan Bendum PPP Maros Ikut Daftar Cabup di PDIP

Sabtu, 14 September 2019 | 18:27 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Muhammad Yusuf - GoSulsel.com

MAROS, GOSULSEL.COM — Tidak ingin lewatkan momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Maros 2020, Bendahara Umum (Bendum) PPP Maros Salman Sunusi, ikut mendaftarkan diri sebagai salah satu calon Bupati Maros di PDIP. 

Di mana, saat melakukan pendaftaran Salman Sunusi ini didampingi langsung oleh Sekretaris Umum PPP Maros Hamka. 

Kepada wartawan, Hamka, Sabtu (14/9/2019), mengatakan bahwa sesuai hasil pleno terbatas yang digelar PPP beberapa waktu lalu, memutuskan untuk mengusung Bendum PPP Maros Salman Sunusi dan Ketum PPP Maros Hasmin Badoa. 

“Hasil pleno sepakat mengusung 2 orang yakni bendum dan ketum kami,” kata Hamka. 



Ia juga mengaku dengan majunya dua kader terbaik PPP Maros itu, dianggapnya bukanlah masalah. Namun demikian, potensi serta hasil survei tetap menjadi acuan. 

“Pada prinsipnya tidak ada masalah semua kader terbaik dan punya potensi. Terakhir kita akan Lihat rekomendasi hasil survei,” lanjut Hamka. 

Meskipun pada Pemilihan Legislatif (Pileg) April 2019 lalu, PPP Maros hanya mampu mendudukkan 2 orang kadernya yakni Hasmin Badoa dapil 4 dan Salman Sunusi dapik 3, “Kami hanya punya 2 kursi tapi intinya kedua-duanya jika takdirnya ditetapkan bertarung di Pilkada Maros 2020 akan datang, kedua-duanya menyatakan siap menanggalkan kursi DPRD,” ujarnya. 

Untuk arah koalisi, PPP sendiri sampai saat ini masih menunggu pergerakan politik, “Kami masih wait & see. Melihat dan menunggu perkembangan eskalasi,” katanya. 

Dalam kesempatan pendaftaran cabup ini, Salman Sunusi terlihat menggunakan pakaian berbeda dari yang lainnya. Ia terlihat mengenakan pakaian adat Bugis Makassar. Hal itu, menurut Hamka, sebagai bentuk keseriusan dan gaya politik sipakatau yang ditunjukkannya. 

“Dalam proses pendaftaran bakal calon sengaja menggunakan baju adat sebagai bukti niat dan keseriusan mengusung budaya sipakatau dalam rangka membangun tatanan masyarakat sejahtera dan berbudaya,” tutup Hamka.(*)