FOTO: Pakar kesehatan Kota Makassar, dr. Widyaningrum, M.Sc., Sp.PD, FINASIM/Junaid/GOSULSEL.COM

Pakar Kesehatan Sebut Asap Kabakaran Sampah Lebih Berbahaya dari Asap Kebakaran Hutan

Senin, 16 September 2019 | 11:50 Wita - Editor: Muhammad Fardi - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSUSEL.COM – Pakar kesehatan Kota Makassar, dr. Widyaningrum, M.Sc., Sp.PD, FINASIM mengungfkapkan bahwa asap hasil kebakran Sampah lebih berbahaya dari asap kebakaran hutan.

“Sampah mungkin lebih berbahaya karena karena dikhawatirkan ada bahan bahan industri yang mungkin ikut terbakar,” ujarnya.

muhammad-ismak

Dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji Makassar ini menyebutkan  bahwa kandungan yang terdap dalam hasil kebakaran sampah tersebut Timbal (Pb), metana, benzen dan karbon monoksida (CO).

“Gas hasil pembakaran itu karbon monoksida (CO). Efek utama gas CO terhadap kesehatan ialah apabila konsentrasinya di udara ruangan melebihi ambang batas (20 ppm/8 jam), dimana udara yang terhirup pada pernapasan sesudah masuk peredaran darah segera mengikat hemoglobin. Afisinitas CO untuk mengikat Hemoglobin (Hb) lebih besar dibanding O2 dan terjadi HbCO2, akibatnya HbO2 jumlahnya sedikit sehingga terjadi hipoksia jaringan atau keracunan CO.

Lanjutnya, jaringan tubuh yang banyak dipengaruhi oleh keracunan CO adalah jaringan yang memerlukan oksigen terbanyak adalah jaringan otak dan otot jantung.

“Keracunan gas ini dapat dideteksi dengan melakukan pemeriksaan kadar HbCO2 darah. Keracunan CO akan lebih mudah timbul bagi pekerja berat, perempuan hamil, temperatur lingkungan tinggi dan tempat ketinggian lebih 2000 kaki di atas permukaan laut,” Lanjutnya.

Selain itu, dr. Widyaningrum menjelaskan bahwa partikel-partikel asap yang masuk saluran nafas akan mengiritasi saluran nafas dan menimbulkan inflamasi atau peradangan di saluran nafas. Sehingga akan memicu timbul infeksi saluran nafas, mencetuskan asma bronkhiale maupun penyakit paru obstruktif kronis.

“Dampak jangka panjang dari polusi asap itu juga bisa merusak jaringan paru sehigga tidak lagi elastis dan sehigga kapasitas paru akan menurun juga,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan dari asap tersebut, dr. Widyaningrum memberikan sejumlah tips kepada Masyarakat khususnya yang terkena dampak dari kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang.

“Ada tips juga bahwa orang harus rajin-rajin dan sering-sering minum air putih untuk menjamin kecukupan cairan tubuh serta melembabkan saluran pernafasan. Disamping menghindari paparan yang berlebihan terhadap asap. Kemudian memakai alat pelindung seperti masker. Makan makanan yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh supay tidak mudah jatuh sakit,” tambahnya.(*)