Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan

Antisipasi Bahaya Asap, Bupati Gowa Imbau Masyarakat Tetap Kenakan Masker

Rabu, 18 September 2019 | 21:34 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM — Kebakaran yang terjadi di tempat pembuangan akhir (TPA) Manggala Antang Makassar yang kemudian disusul oleh terbakarnya TPA Cadika Limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa cukup berdapak pada terjadi polusi asap.

Olehnya itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengimbau kepada masyarakat agar tetap menggunakan masker jika beraktifitas. Hal tersebut menurutnya untuk mengantisipasi dampak penyakit yang akan ditimbulkan dari asap tersebut.

Hal tersebut disampaikan orang nomor satu di Gowa ini saat ditemui di sela-sela kegiatan donor darah di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Rabu (18/9/2019). Ia meminta masyarakat tetap menggunakan masker sampai kondisi betul-betul normal kembali.

“Harapan saya kepada masyarakat sekaligus ini juga imbauan untuk memakai masker sampai betul-betul kondisi yang ada di TAP itu sudah betul – betul pulih 100 persen. Sehingga kita berharap efek dari pada asap itu tidak menimbulkan penyakit kepada masyarakat,” harapnya.



Sementara itu, salah seorang dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji Makassar dr. Widyaningrum, M.Sc., Sp.PD, FINASIM mengungkapkan bahwa asap hasil kebakaran Sampah lebih berbahaya dari asap kebakaran hutan.

“Sampah mungkin lebih berbahaya karena dikhawatirkan ada bahan-bahan industri yang mungkin ikut terbakar,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Dr Widyaningrum, menyebutkan bahwa asap hasil kebakaran sampah mengandung Timbal (Pb), metana, benzen dan karbon monoksida (CO). Menurutnya efek utama gas CO terhadap kesehatan ialah apabila konsentrasinya di udara ruangan melebihi ambang batas (20 ppm/8 jam), di mana udara yang terhirup pada pernapasan sesudah masuk peredaran darah segera mengikat hemoglobin.

“Afisinitas CO untuk mengikat Hemoglobin (Hb) lebih besar dibanding O2 dan terjadi HbCO2, akibatnya HbO2 jumlahnya sedikit sehingga terjadi hipoksia jaringan atau keracunan CO. jaringan tubuh yang banyak dipengaruhi oleh keracunan CO adalah jaringan yang memerlukan oksigen terbanyak adalah jaringan otak dan otot jantung,” jelasnya.

Lanjunya, keracunan gas tersebut dapat dideteksi dengan melakukan pemeriksaan kadar HbCO2 darah dan menurutnya, Keracunan CO akan lebih mudah timbul bagi pekerja berat, perempuan hamil, temperatur lingkungan tinggi dan tempat ketinggian lebih 2000 kaki di atas permukaan laut.

“Selain itu, partikel-partikel asap yang masuk saluran nafas akan mengiritasi saluran nafas dan menimbulkan inflamasi atau peradangan di saluran nafas. Sehingga akan memicu timbul infeksi saluran nafas, mencetuskan asma bronkhiale maupun penyakit paru obstruktif kronis. Dampak jangka panjang dari polusi asap itu juga bisa merusak jaringan paru sehigga tidak lagi elastis dan sehigga kapasitas paru akan menurun juga,” tambahnya.(*)


BACA JUGA