Peringatan Hari Anak Nasional 2019 Tingkat Kabupaten Gowa di Halaman Rumah Jabatan Bupati Gowa, Kamis (19/9/2019)

Sejumlah Permainan Tradisional Ramaikan Peringatan HAN 2019 di Gowa

Kamis, 19 September 2019 | 12:23 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM — Sejumlah permainan tradisional seperti dende-dende, asing, lompat tali/karet, lompat bambu, congklang, bekel, dan permainan rangking 1 ramaikan Peringatan Hari Anak Nasional 2019 Tingkat Kabupaten Gowa di Halaman Rumah Jabatan Bupati Gowa, Kamis (19/9/2019).

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan dalam sambutannya mengatakan permainan tersebut dilakukan untuk memperkenalkan kembali kepada anak-anak sehingga tidak terlalu fokus pada smartphone yang merajai pola pikir anak saat ini.

Pada kesempatatan tersebut, orang nomor satu di Gowa tersebut meminta anak-anak untuk memiliki cita-cita yang tinggi, bahkan dirinya berharap bisa melanjutkan estafet kepemimpinan di Kabupaten Gowa.

“Semua anak harus memiliki cita-cita setinggi langit, karena anak-anak yang ada disini bisa jadi yang akan melanjutkan kepemimpinan kami di Kabupaten Gowa dimasa yang akan datang,” ungkapnya.



Selain itu, Adnan menyampaikan, pihaknya akan terus berkomitmen meningkatkan sumber daya manusia di Kabupaten Gowa melalui program prioritasnya di bidang pendidikan. 

Olehnya itu, Bupati Adnan berharap agar anak-anak khususnya yang ada di Kabupaten Gowa selalu optimis dan selalu gembira serta belajar dengan sungguh-sungguh untuk meraih cita-citanya.

“Selamat memperingati hari anak nasional, pesan saya untuk anak-anakku pada saat bermain bermainlah dengan senang hati dan bergembira bersama kawan-kawan namun jangan lupa saat belajar, belajarlah dengan tekun dan sungguh-sungguh untuk dapat meraih cita-cita kalian,” harap orang nomor satu di Gowa itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Gowa, Kawaidah berharap Setelah kegiatan tersebut, kedepannya semua pemenuhan hak anak dapat terwujud, dan permainan tradisional dapat dilaksanakan kembali di masing-masing keluarga.

“Tentunya kami berharap di peringatan hari anak ini sesuai tema kita anak indonesia kita bergembira, maka tidak ada lagi anak yang bersedih dan hak anak yang pertama bisa terpenuhi yaitu harus gembira,” pungkasnya.(*)


BACA JUGA