Seminar Hasil Penelitian Pengembangan Kesehatan Olahraga di Hotel Prima Makassar, Jumat (20/9/2019)

Teliti Kesehatan Olahraga, Balitbang Gowa Libatkan Tenaga Ahli UNM

Jumat, 20 September 2019 | 22:50 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM — Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Gowa melakukan penelitian Kesehatan Olahraga. Penelitian tersebut melibatkan tenaga ahli dari Universitas Negeri Makassar dilakukan selama kurang lebih 3 (tiga) bulan.

Kepala Balitbang Kabupaten Gowa, Abd Salam mengatakan bahwa penelitian tersebut dilakukan mengingat tingginya angka kematian ibu dan prevalensi gizi kurang pada balita di masyarakat, menjadi masalah besar. 

muhammad-ismak

“Kondisi ini menjadi perhatian pihak Badan Penelitian dan Pengembangan Gowa melakukan penelitian. Terlebih dalam upaya membentuk generasi yang mandiri berkualitas dan kompetitif di era industri saat ini,” ujarnya saat Seminar Hasil Penelitian Pengembangan Kesehatan Olahraga di Hotel Prima Makassar, Jumat (20/9/2019).

“Kesehatan olahraga menjadi hal penting apalagi Pemkab Gowa telah memiliki Perbup yang memberikan tanggung jawab kepada pemerintah daerah untuk mewujudkan masyarakat sehat, bugar dan produkif,” sambungnya.

Seminar dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekkab) Gowa H Muchlis dihadiri 60 orang peserta terdiri dari perwakilan beberapa SKPD terkait, para Camat dan UPTD Puskesmas se-Kabupaten Gowa.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Sekda Kabupaten Gowa, H Muchlis saat membuka seminar mengatakan dalam rangka mencapai derajat kesehatan dan kebugaran yang tinggi, maka pemerintah menetapkan pentingnya untuk meningkatkan kesadaran, kemajuan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang.

“Hal ini dilakukan agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang tinggi. Dengan memberdayakan dan mendorong peran aktif masyarakat dalam segala bentuk upaya perbaikan kesehatan di segala lini,” katanya.

Olehnya itu, H. Muchlis mengajak masyarakat untuk lebih giat berolahraga karena menurutnya hal tersebut perlu untuk mencegah meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular disebabkan kurang bergerak.

“Kita harus giat mengajak masyarakat untuk gemar olahraga dengan cara menciptakan olahraga yang menyenangkan. Sehingga olahraga menjadi salah satu budaya hidup masyarakat dengan harapan mampu menjawab permasalahan yang terdapat di masyarakat,” ujar Muchlis.

Selain itu, menurut H. Muchlis olahraga dapat juga diintegrasikan dengan berbagai kegiatan, yang tidak tertutup kemungkinan metode mengintegrasikan kegiatan olahraga dengan kegiatan lainnya akan menjadi suatu inovasi.

Turut hadir dalam seminar ini, Kepala Dinas Kesehatan, dr Hasanuddin, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Muh Asrul, dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Muh Fajaruddin.(*)