Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Gowa H. Muchlis menjadi salah satu narasumber pada Dialog Budaya Menangkap Pesan Leluhur Gowa di Gedung D’Bollo, Jalan Tumanurung, Sabtu (28/9/2019)

Di Dialog Budaya, Sekda Gowa Jelaskan Makna Huruf Lontara

Sabtu, 28 September 2019 | 20:17 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM — Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Gowa H. Muchlis menjadi salah satu narasumber pada Dialog Budaya Menangkap Pesan Leluhur Gowa di Gedung D’Bollo, Jalan Tumanurung, Sabtu (28/9/2019).

Pada kesempatan tersebut, H. Muchlis menjelaskan bahwa salah satu budaya yang dimiliki Sulawesi Selatan adalah huruf Lontara. Ia menjelaskan, dalam huruf lontara tersebut mengandung makna mendalam.

“Secara filosofi huruf lontara memiliki keunikan bentuk, sementara untuk teknis penulisan aksara lontara mengandung makna mendalam,” kata H. Muchlis.

Lanjutnya, huruf lontara tidak mengenal garis melengkung atau garis bengkok. Hanya ada garis lurus ke atas dan garis lurus ke bawah. Kemudian pada pertemuan kedua garis lurus tersebut terdapat patahan. 

“Makna yang tergambar pada huruf lontara ini merupakan perwujudan dari karakter orang Gowa ataupun Bugis-Makassar yakni mencintai kejujuran, serta menjunjung tinggi kebenaran sesuai semboyan garis lurus tersebut yang berarti lebih baik patah dari pada bengkok,” lanjutnya.

Ia juga mengaku bangga dialog tersebut dapat digelar. Karena penurutnya, pertemuan seluruh pihak dapat melahirkan pemikiran-pemikiran strategis yang akan dijadikan acuan dalam rangka penyusunan kebijakan, strategi dan program-program strategis pembangunan kebudayan di masa yang akan datang. 

Kegiatan tersebut diselenggarakan Yayasan Budaya Bugis Makassar (YBBM) yang merupakan lembaga pengkajian di bidang sosial budaya (social cultural). Sejumlah budayawan hadir sebagai narasumber, seperti Drs. H. Mallingkai Maknun, Direktur Pengkajian Materi BPIP Dr. Moch Sabri AR, dan pemerhati budaya Ahmad Pidriz Zain.(*)