Murid SD Inpres Parang unjuk kebolehan di atas panggung edukasi dan pentas seni dalam lomba senam antar kelas, Sabtu (28/9/2019)

Dorong Kreativitas Murid, SD Inpres Parang Gelar Lomba Senam Antar Kelas

Sabtu, 28 September 2019 | 16:26 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Rusli - GoCakrawala

GOWA, GOSULSEL.COM — Beragam cara dilakukan SD Inpres Parang dalam mendorong kreativitas muridnya. Salah satunya melalui lomba senam antar kelas. 

Suasana halaman sekolah SD Inpres Parang cukup ramai, Sabtu, 28 September 2019. Jarum jam menunjukkan pukul 09.00 Wita. Di tengah lapangan murid dan guru tampak berkerumun. Juga ada orang tua murid. 

Tak berapa lama, sekelompok murid menaiki panggung edukasi dan pentas seni yang berdiri di sudut halaman. Tak lama berselang, suara musik menggema. Kelompok murid yang ada di atas panggung kemudian bergerak mengiringi hentakan musik itu. 

Mereka melakukan senam. Secara bergantian. Guru SD Inpres Parang, Rusdi mengatakan, kelompol murid yang naik di panggung merupakan peserta lomba senam. Mereka mewakili kelas masing-masing. 



Rusdi menuturkan, lomba senam ini dilaksanakan antar kelas. Di samping mengasah kreativitas dan bakat murid di bidang seni, lomba senam itu juga menjadi ajang seleksi dalam menghadapi event tingkat kecamatan. 

“Melalui lomba ini, anak-anak diuji kreativitasnya di bidang senam. Siapa yang terbaik nanti videonya dikirim mewakili sekolah di lomba senam tingkat kecamatan,” beber Rusdi kepada Go Cakrawala disela lomba. 

Setiap kelas yang naik di atas panggung menampilkan jenis senam berbeda. Kelas III B misalnya. Mereka menampilkan senam dua jari. Sementara kelas II A menampilkan senam Maumere. Sedangkan kelas IV B menyuguhkan senam anak Indonesia.

“Segi penilaian mulai kekompakan dan variasi gerakan senam yang ditampilkan anak-anak,” tambah Rusdi. 

Salah satu orang tua murid, Ferawaty Iskandar Daeng Ti’no mengapresiasi lomba senam yang dilaksanakan SD Inpres Parang. Menurutnya, kegiatan itu positif. Tidak hanya mengembangkan bakat dan kreativitas murid, tapi juga mendorong kepercayaan diri anak-anak sejak dini.

“Kami orang tua mendukung kegiatan seperti ini. Dengan demikian, bakat, kreativitas anak-anak tersalurkan. Begitupun kepercayaan dirinya,” pungkas Daeng Ti’no.(*)