Proyek sosial kolaborasi komunitas di Makassar, di Kampung Bung, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasate'ne, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, 27-29 September 2019

Peduli Sesama, EXIT dan Komunitas Lainnya di Makassar Berbagi dengan Warga Kampung Bung Pangkep

Rabu, 02 Oktober 2019 | 10:28 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

PANGKEP, GOSULSEL.COM — Excellent Islamic Generation (EXIT) Makassar mengadakan proyek sosial di Kampung Bung, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasate’ne, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut berlangsung selama 3 hari, yaitu pada tanggal 27-29 September 2019.

Excellent Islamic Generation (EXIT) Makassar

Tak sendiri, EXIT yang merupakan salah satu komunitas Bahasa Inggris di Makassar, berkolaborasi dengan beberapa komunitas lainnya dalam melakukan proyek sosial tersebut. Komunitas tersebut yaitu Aktivis Sosial Indonesia (AKSI), Campus Social Responsibility FT Unhas (CSR FT Unhas), Excellent Islamic Generation (EXIT), Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Pangkep Unhas (IPPMP Unhas), dan Taekwondo Teknik Unhas.

muhammad-ismak

Ketua penyelenggara, Abd. Maliq Rauf dari Aktivis Sosial Indonesia (AKSI), menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan kolaborasi ini adalah untuk membantu menyelesaikan permasalahan masyarakat di bidang sosial pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan.

“Selain itu, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengumpulkan informasi tentang permasalahan yang dihadapi masyarakat dan selanjutnya akan disampaikan ke pemerintah setempat tentang kondisi kampung tersebut untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Sementara itu, Asrina Fitrianingsih yang berpartisipasi dalam proyek sosial tersebut, juga merupakan Presiden EXIT Makassar, mengatakan, “Tujuan EXIT ikut kegiatan kolaborasi ini selain memang EXIT juga bergerak di bidang sosial dan pendidikan, kegiatan ini merupakan kegiatan sosial yang cukup besar yang pernah EXIT lakukan dan juga EXIT bisa bersilaturahmi dengan komunitas/organisasi lain,” paparnya.

Lanjutnya, berbagai kegiatan dilakukan dalam proyek sosial tersebut, mulai dari mengadakan kelas inspirasi untuk para siswa, berbagi sikat dan pasta gigi kepada anak-anak di sana, mengajarkan cara bersikat gigi yang baik, membuat perpustakaan sederhana untuk sekolah, serta merenovasi gedung PAUD yang terbilang jauh dari kata layak.

“Selain itu, kami juga mengadakan mediasi dengan masyarakat setempat tentang hal-hal yang mungkin menjadi keluh kesah mereka serta bakti sosial seperti donasi buku, Alquran dan alat tulis untuk para siswa sekolah di sana,” pungkasnya.(*)