Mantan ajudan pribadi Gubernur Sulsel 1993-2003 H. Zainal Basri Palaguna, Mujiono

Tiga Falsafah Hidup Almarhum HZB Palaguna ke Mantan Ajudannya

Selasa, 08 Oktober 2019 | 14:14 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Sosok mantan Gubernur Sulsel 1993-2003 H. Zainal Basri Palaguna memiliki kesan tersendiri di mata mantan ajudan pribadinya, Mujiono. Mantan Pangdam VII Wirabuana tersebut bahkan menjadi panutan bagi Kepala Satpol-PP Sulsel.

Mujiono menuturkan kisah dirinya diangkat jadi ajudan pribadi HZB Palaguna hingga diberi jabatan di ruang kerjanya, Kantor Satpol-PP Sulsel, Selasa (8/10/2019). Lulusan IPDN tahun 1983 ini bahkan mengenang beberapa didikan ala militer dari Palaguna.

muhammad-ismak

“Saat baru menjabat gubernur Sulsel, empat bulan kemudian dia cari ajudan pribadi. Ada beberapa lulusan IPDN yang diusulkan termasuk saya yang saat itu sudah bertugas di Jakarta,” tutur Muji.

Nama Mujiono awalnya diusulkan oleh Bakri Tamarangan (mantan Sekda Sulsel), setelah melalui pertimbangan dirinya kemudian terpilih. Kabag Kepegawaian Sulsel saat itu, Andi Natsir Taufik kemudian meminta Muji segera mengemasi barang-barangnya untuk ke Makassar.

Sesampai di Makassar, Mujiono yang saat itu masih berumur 31 tahun menemui Palaguna didampingi Kepala Biro Umum, Jumain Mana. Saat itulah awal dirinya langsung ditugasi jadi ajudan HZB Palaguna.

“Ketemu langsung beliau, saat pertama datang diminta jadi ajudan. Saya jawab siap Pak Jenderal. Dia bilang ‘mulai hari ini, kau urusi saya, istri dan anak-anak saya’,” kata Muji.

Mantan Kepala Badan Penghubung Pemprov Sulsel ini mengenang beberapa sikap Palaguna. Salah satu diantaranya, saat Muji dihukum berlari dari lapangan Karebosi ke Rujab Gubernur menggunakan pakaian Korpri.

“Waktu itu peringatan HUT Korpri, sambutan bapak yang telah dicoret-coret ada yang menggantikannya. Saat di atas mobil, beliau langsung memarahi saya dan meminta turun dari mobil,” ungkapnya.

Sosok gubernur tegas itu, kata Muji memberikan tiga falsafah hidup yang sampai sekarang tetap diterapkan olehnya. Pesan itu disampaikan Palaguna saat dirinya meminta izin melanjutkan pendidikannya ke Jakarta.

“Setahun jadi Ajudan, saya meminta izin melanjutkan pendidikan. Dia bilang begini ‘Muji, modal hidup itu hanya tiga, jujur, rajin dan disiplin’. Saat itu, beliau juga memberikan uang tunai Rp5 juta sebagai uang saku selama mengikuti pendidikan,” kata Muji.

Setelah menyelesaikan pendidikan, mantan kepala biro aset Pemprov Sulsel ini kembali diamanahkan menjadi sekretaris pribadi (Sepri) Palaguna di tahun 1997. Saat itu memasuki periode kedua dirinya jadi Gubernur Sulsel. 

Sampai menjelang akhir hayatnya, Mujiono sempat beberapa kali bertemu dengan HZB Palaguna. Silaturahmi mantan atasan dan bawahan ini tetap terjaga, termasuk dengan keluarga besar sang jenderal.(*)