Peserta ORX 6 finish di depan Tugu Cinta Sejati Ainun-Habibie Pare-pare pada 13 Oktober 2019 tepat pukul 15.00 Wita

Penuh Haru, ORX-6 Finish di Tugu Cinta Sejati Ainun-Habibie

Senin, 14 Oktober 2019 | 15:59 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

PARE-PARE, GOSULSEL.COM — Open Road Expedition (ORX) seri ke-6 telah berakhir. Seluruh peserta telah memasuki gate finish tepat di depan Tugu Cinta Sejati Ainun-Habibie Pare-pare pada 13 Oktober 2019 tepat pukul 15.00 Wita.

Tampak haru di wajah para peserta tidak dapat disembunyikan bahkan terlihat beberapa keluarga (istri dan anak) yang setia menanti di gate finish. Peluk haru dan tangis pun pecah berurai air mata ketikan sosok Ayah yang dinantikan kembali ke pelukan sang anak dan istri akhirnya muncul di gerbang akhir.

Para peserta tampak berpeluk erat dengan buah hati dan istri dengan isak tangis. Entah apa yang membuat suasana di sore itu menjadi penuh haru, mungkin itulah wujud cinta sejati.

Seluruh peserta ORX-6 disambut oleh Wali Kota Pare-pare, Dr. H. Taufan Pawe, S.H, M.H beserta jajaran Muspida Kota Pare-pare antara lain Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pare-pare.

Sesaat sebelum memasuki gate finish, rombongan penari etnis Sulawesi Selatan berjumlah 17 personel dengan gerakan gemulai menampilkan tarian selamat datang bagi peserta ORX-6. Setelah tarian berakhir, Wali Kota Pare-pare bersama duta pariwisata Kota Pare-Pare mengalungkan medali kepada seluruh peserta yang berjumlah 200 orang.

Dari informasi yang diperoleh dari founder ORX Adventure Club, Agus Arifin Nu’mang, menjelaskan bahwa medali serta trophy ORX-6 ini di disain khusus selama 12 hari sesuai konsep event yang diharapkan oleh Founder ORX. Pada sisi depan medali, bergambar siluet puncak Gunung Bojo yang dikelilingi pohon rindang serta burung berterbangan di antara pepohonan melambangkan harmonisasi dan keindahan alam yang begitu tinggi. Pada sisi belakang medali, tercetak logo kebesaran ORX Adventure Club sebagai identitas resmi ORX.

“Tingkat kesulitan dalam mendesain medali dan trofi ni saat kedua sisi ini harus diharmonisasikan, untuk mendapatkan icon image seri-6 ini pun butuh waktu untuk searching berbagai petunjuk, akhirnya ditemukan siluet punggung Gunung Bojo yang unik menyerupai lekukan punggung kuda” jelas Agus Arifin Nu’mang, yang akrap disapa “Pak Ketua” di kalangan komunitas offroader Sulsel.

Sekedar menjawab rasa penasaran masyarakat, mengapa Monumen Cinta Sejati Ainun-Habibie yang dipilih sebagai lokasi finish ORX-6? Kamipun menelusuri ke berbagai sumber di internal panitia dan pengurus ORX Adventure Club, akhirnya kami menemukan penjelasan dari Ketua Panitia ORX seri-6, Hamka Abbas.

“Lokasi finish ORX seri-6 ini sengaja kami tempatkan di Monumen Aunin-Habibie sebab memiliki histori yang sangat kuat dan monumen tersebut merupakan ikon baru Kota Pare-pare di mata masyarakat Indonesia. Monumen Cinta sejati ini sangat membantu menciptakan warna cinta dalam olahraga adventure yang cenderung dikenal ekstrim oleh banyak kalangan. ORX adalah satu wadah yang menyatukan perbedaan, keindahan, safety, persahabatan, ketangguhan, kepeduliaan serta harmonisasi manusia dengan alam, jadi menurut pandangan kami itu merupakan unsur Cinta”, jelas Hamka.(*)