Kepala Dinas Pindidikan Kabupaten Gowa, Dr. Salam/Junaid/Gosulsel.com

Wacana Guru Honorer Tak Lagi di Gaji Pakai Dana BOS, Ini Tanggapan Kadisdik Gowa

Jumat, 18 Oktober 2019 | 11:47 Wita - Editor: Muhammad Fardi - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kendikbud) RI mewacanakan gaji guru honorer untuk tahun 2020 mendatang tidak lagi menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy  saat penyelenggarakan lokakarya di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Kamis beberapa waktu lalu, (10/10/2019).

muhammad-ismak

“Pak Dirjen GTK dengan Pak Dirjen Perimbangan Keuangan sedang bekerja keras memastikan. Mudah-mudahan mulai tahun depan (gaji) guru honorer tidak diambilkan dari BOS (Bantuan Operasional Sekolah), tetapi dari DAU (Dana Alokasi Umum),” kata Muhadjir dikutip dari Kompas.com.

Sementara itu, menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Gowa, Dr Salam mengatakan bahwa wacana Kemendikbud tersebut sebagai upaya untuk mensejahterakan guru honorer.

“Gaji guru honorer kita itu paling mahal Rp. 10.000 per jam. Nah, atas dasar inilah pak Menteri Pendidikan merasa prihatin dengan guru honorer,” ujar Salam.

Salam juga menambahkan bahwa pelaksanaan pendidikan yang berjalan saat ini tidak terlepas dari andil para guru honorer. Sehingga inisiatifnya adalah Menteri Pendidikan mengusulkan kepada Menteri Keuangan (Kemenkeu) agar ada perhatian khusus kepada guru honorer.

“Kalau kisaran gajinya kedepan kita belum tau berapa. Paling tidak guru honorer bisa disamakan dengan UMR,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Sungguminasa, Fajar Ma’ruf turut mengapresiasi usulan dari Mendikbud terkait adanya penegasan tersebut.

“Jika permintaan Mendikbud ini nantinya akan diterapkan pada tahun depan, tentu kami sangat apresiasi. Karena secara otomatis beban sekolah akan semakin berkurang,” tambahnya.(*)


BACA JUGA