Prodi Ilmu Falak, Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Alauddin Makassar mengikuti Workshop Penggunaan Teleskop dan Rukyatul Hilal di Yogjakarta dan Jakarta, selama tiga hari anggal 28 hingga 30 Oktober 2019

Desain Observatorium Falak di Kampus Peradaban, Ilmu Falak UIN Makassar Studi Banding ke Yogyakarta dan Jakarta

Selasa, 29 Oktober 2019 | 09:56 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

YOGYAKARTA, GOSULSEL.COM — Program Studi (Prodi) Ilmu Falak, Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar mengikuti Workshop Penggunaan Teleskop dan Rukyatul Hilal di Yogjakarta dan Jakarta, selama tiga hari anggal 28 hingga 30 Oktober 2019. 

Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Ketua Prodi Ilmu Falak, Dr. Fatmawati,  M. Ag. bersama Dosen Ilmu Falak Dr. Muh. Rasywan Syarif, M. Si juga meninjau beberapa lokasi di Yogjakarta dan Jakarta yang telah dan akan membuat observatorium atau planetarium Falak. 

muhammad-ismak

Salah satu yang dikunjungi pada kegiatan tersebut yaitu Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Ahmad Dahlan Yogjakarta. Menurut Fatmawati, UII adalah salah satu kampus yang saat ini sedang dibangun observatorium dan planetarium Falak di atap lantai 7 gedung Jurusan Pendidikan Agama Islam. 

“Kami berjalan mengelilingi rancangan bangunan yang diperkirakan rampung 2020 tahun depan. Desain-desainnya sudah nampak jelas. UII tidak memiliki prodi Ilmu Falak. Ilmu Falak hanya mata kuliah di UII. Tapi, dukungan pimpinan untuk menghadirkan sesuatu yang spektakuler di puncak gedung Fakultas Pendidikan Agama Islam itu patut diacungi jempol. Apatah lagi, bagi kita di UIN Alauddin, yang memang sudah memiliki prodi tersendiri,” kata Fatmawati, Selasa (29/10/2019).

Fatmawati yang juga Pembina Pramuka UIN Alauddin Makassar mengatakan bahwa  tujuan melakukan kunjungan ke Yogyakarta dan Jakarta tersebut sesungguhnya didorong oleh mimpinya sejak awal bergabung di Prodi Ilmu Falak Tahun 2016 lalu yang ingin menghadirkan observatorium dan planetarium Falak di kampus Peradaban UIN Alauddin Makassar.

Ia menjelaskan bahwa Observatorium atau Planetarium Falak tersebut akan didesain sebagai salah satu wadah wisata edukasi, sekaligus sebagai salah satu alat sosialisasi yang sangat menarik.  Observatorium atau planetarium tersebut nantinya dapat menjadi ikon tersendiri bagi UIN Alauddin Makassar. 

Walaupun menurutnya untuk mewujudkan keinginan tersebut tak semudah membalik telapak tangan. Karena terkait dengan anggaran yang tersedia. Namun baginya, hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi program studi Ilmu Falak sebagai prodi yang baru.  

“Saya yakin, pimpinan UIN Alauddin Makassar orangnya visioner, selalu melakukan gebrakan-gebrakan. Tentu tak harus selalu melawan takdir,  tapi juga dengan melakoni takdir,” lanjut Fatmawati yang juga Ketua Ikatan Da’iyah (IKADY) Kabupaten Gowa ini.

Lanjutnya, “Keinginan besar inilah yang kemudian menguatkan saya untuk melakukan kunjungan ke beberapa lokasi observatorium dan planetarium. Bahkan harus memaksimalkan keberadaan saya di Yogja. Kami belajar secara langsung pada pakar Falak Muthoha Arkanuddin sampai tengah malam,”.

Namun diluar dari pada itu, Fatmawati menyebutkan bahwa kunjungan Ilmu Falak UIN Alauddin Makassar ke Yogyakarta dan Jakarta juga untuk mempelajari penggunaan teleskop. 

“Kita punya teleskop yang sudah dimiliki sejak tahun 2018, tetapi kita tidak tahu cara menggunakannya. Karenanya, kami ke Yogja dengan membawa serta alat teleskop tersebut,” kata Fatmawati.

Selain itu, dalam kegiatan tersebut, bersama Muthoha Arkanuddin, Ilmu Falak UIN Alauddin Makassar mengikuti rapat presentasi rencana pembangunan Pos Observasi Bulan (POB) yang dipresentasikan oleh Kanwil Kemenag D. I. Yogjakarta. Dan dilanjutkan dengan rukyatul Hilal di Bukit dekat makam Syech Bela Belu, Parang Tritis, Yogjakarta.(*)