Pendidikan dan Pelatihan Perencanaan Pembangunan Daerah (PPD) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), di Gedung P2KP Lantai 2 Universitas Hasanuddin Makassar, Senin (4/11/2019)

25 Pejabat Perencana Pemkab Gowa Dilatih Buat Perencanaan Sistematis

Selasa, 05 November 2019 | 00:25 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM — Sebanyak 25 pejabat perencanaan lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Perencanaan Pembangunan Daerah (PPD) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), di Gedung P2KP Lantai 2 Universitas Hasanuddin Makassar, Senin (4/11/2019).

Diklat tersebut merupakan kerjasama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa dengan Pusat Pembinaan, Pendidikan, dan Pelatihan Perencana (Pusbindiklatren) Bappenas dan Pusat Pengembangan Kebijakan Pembangunan (P2KP) Universitas Hasanuddin.

muhammad-ismak

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gowa, H. Muchlis mengatakan bahwa dokumen Rancangan Pembangunan Jangka Mendengah Daerah (RPJMD) merupakan dokumen penting yang selayaknya menjadi acuan penyelarasan pembangunan di pusat dan daerah.

“Menyusun dokumen RPJMD menjadi hal krusial sebagai acuan dalam pelaksanaan pembangunan di daerah. Dibutuhkan kompetensi perencana yang mumpuni dalam penyusunan. Sehingga dipandang perlu untuk meningkatkan SDM terkhusus perencana,” jelas H. Muchlis.

Lanjut H. Muchlis setelah mendapatkan pendidikan, pejabat perencanaan diharapkan mampu membuat perencanaan yang sistematis dan bersinergi antara perencanaan daerah dan pusat. 

“Keberhasilan perencanaan nasional sangat ditentukan kesuksesan perencanaan daerah. Permasalahan sering ditemui ketidaksesuaian antara visi, misi serta program kegiatan di pusat dan daerah. Disebabkan dokumen perencanaan di daerah tidak mengacu kepada dokumen perencanaan di pusat. Begitupun sebaliknya dokumen perencanaan di pusat tidak mengakomodasi aspirasi dari daerah,” tambahnya.

H. Muchlis juga menyebutkan Draft RPJMD tahun depan menjadi draft yang sifatnya penting dan krusial. Menyongsong Pilkada Gowa tahun 2020, KPU Gowa dalam waktu dekat akan menunggu draft untuk kemudian menjadi isu penting bagi bakal calon Bupati dan  Wabup Gowa.

“Draft ini yang akan dipaparkan dan dijadikan acuan bakal calon dalam menyusun visi dan misi kepala daerah. Sehingga kita perlu benar- benar memikirkan program-program yang sangat strategis untuk kemajuan Kabupaten Gowa ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris P2KP, Sultan Suhab menyampaikan bahwa diklat akan berlangsung selama dua pekan dan outputnya akan dimonitoring langsung oleh Bappenas.

“Pelatihan pejabat perencana diarahkan  menghasilkan satu output riil yang bisa dimonitoring pada tahun 2020. Apalagi Gowa akan melakukan Pilkada tahun depan sehingga sangat membutuhkan satu dokumen perencanaan,”ungkapnya.

Tak hanya itu, peserta akan dilatih khusus sehingga mampu menghasilkan rancangan RPJMD. 

“Jadi peserta akan dipaksa dan betul-betul serius untuk menghasilkan draft rancangan awal RPJMD. Draft dipakai pada periode kepemimpinan berikutnya yang akan dimonitoring dan di monev oleh Pusbindiklatrans Bappenas secara langsung di tahun 2020,” tambah Sultan.

Bappenas sendiri mensyaratkan output yang dihasilkan berupa draft RPJMD. Kedua, harus ada kegiatan yang bisa dimonitoring hasilnya di tahun 2021. Draft awal disusun secara berkelanjutan, bisa dijabarkan, diturunkan dan bisa terdelevansi ke dokumen-dokumen perencana di level SKPD.

Disela kegiatan pembukaan diklat, dilakukan pemasangan atribut peserta oleh Sekkab Gowa bersama Sekretaris P2KP Unhas kepada dua orang perwakilan pejabat perencanaan Pemkab Gowa.(*)


BACA JUGA