FOTO: Suasana Reses anggota DPRD Sulsel, Imam Fauzan AU/Selasa, 5 November 2019/Ist

Reses Imam Fauzan, Emak-emak Curhat Soal Dapur hingga Iuran BPJS

Selasa, 05 November 2019 | 20:02 Wita - Editor: Muhammad Fardi -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Komisi C, Imam Fauzan Amir Uskara, kembali menemui konstituennya di dua lokasi berbeda, Selasa (5/11/2019).

Legislator Sulsel paling muda itu melakukan kunjungan pertama di Jalan Bajidakka, Kelurahan Karanganyer, Kecamatan Mamajang. Kunjungan keduanya di Jalan Tinumbu Dalam, Kelurahan Layang, Kecamatan Bontoala.

muhammad-ismak

Kunjungan dalam rangka masa reses itu dilakukan Imam Fauzan untuk menyerap aspirasi masyarakat sebelum melakukan masa sidang paripurna.

Seperti biasa, kedatangan Ketua Fraksi PPP itu disambut hangat warga dan tokoh masyarakat setemoat. Pemuda berusia 23 tahun menyalami warga satu persatu, sekaligus meladeni ajakan berswafoto.

Di hadapan ratusan warga di masing-masing lokasi reses, Imam Fauzan, mengatakan, anggota DPRD memiliki kewajiban untuk menyerap, menghimpun, menampung, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya.

“Jadi apapun aspirasi yang kita sampaikan, akan saya catat untuk dibawa ke paripurna. Dan semoga bisa direalisasikan,” sebutnya.

Dari pantauan, yang hadir di kegiatan reses Imam Fauzan kebanyakan ibu-ibu. Mereka banyak menyampaikan aspirasi. Mulai dari persoalan dapur, pendidikan anak, hingga jaminan sosial dan kesehatan.

“Belakangan ini kami kesulitan mendapat gas 3 kilo. Harganya juga sudah naik sekali. Kami minta sama Pak Fauzan untuk dicarikan solusinya. Selain itu, kami sebagai warga miskin juga minya untuk diperjuangkan soal bantuan, seperti raskin. Kadang itu yang miskin malah tidak dapat, tapi yang berada malah dapat,” curhat ibu Nini, warga Jalan Bajidakka.

Sementara ibu rumahtangga bernama Suryani Jalaluddin, mengeluhkan persoalan iuran BPJS kesehatan. Menurutnya, kenaikan 100 persen yang disetujui Presiden Jokowi terlalu memberatkan, terlebih bagi keluarha yang kurang mampu.

“Belum lagi kami yang punya anak sampai lima, jelas sangat terasa berat. (iuran) tidak naik saja kami menunggak, apalagi dinaikkan. Kami harap pemerintah punya solusi agar masyarakat miskin seperti saya ini tidak terlalu terbebani, karena kami juga punya keperluan lain,” tandasnya.

Imam Fauzan pun mencatat aspirasi masyarakat yang juga konstituennya untuk dibahas di DPRD Sulsel dalam bentuk paripurna. Hanya saja, kata dia, tidak semua apa yang ditampungnya bisa direalisasikan.

“Semua aspirasi kita yang saya catat ini akan saya bawa ke paripurna, mungkin tidak semua yang bisa direalisasikan. Tapi kalau ada yang bisa saya bantu dengan pribadi saya, pasti saya bantu. Entah itu perbaikan masjid, atau apapun itu selama saya punya rejeki pasti saya bantu,” ucap Wakil Ketua PPP Sulsel.

Sekedar diketahui, Imam Fauzan adalah anggota DPRD Sulsel yang bertugas di komisi c, membidangi keuangan. Selain merupakan legislator termuda di Sulsel, Ia juga menjabat Ketua Fraksi PPP di DPRD Sulsel.

Putra dari Amir Uskara, Wakil Ketua Komisi 11 DPR RI, ini terpilih dari Dapil Makassar A yang meliputi 11 kecamatan. Diantaranya Kecamatan Rappocini, Tallo, Bontoala, Ujung Pandang, Makassar, Tamalate, Ujung Tanah, Wajo, Sangkarrang, Mariso, dan Mamajang.(*)


BACA JUGA