Tim Penilai Uji Petik Anugrah Ki Hadjar 2019 melakukan peninjauan terhadap 7 sekolah di Kabupaten Gowa, di mana 4 sekolah berada di dataran rendah dan 3 sekolah berada di dataran tinggi Kabupaten Gowa, Rabu (6/11/2019)

Tim Penilai Anugerah Ki Hadjar 2019 Tinjau 7 Sekolah di Gowa

Rabu, 06 November 2019 | 21:36 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM — Tim Penilai Uji Petik Anugrah Ki Hadjar 2019 melakukan peninjauan terhadap 7 sekolah di Kabupaten Gowa, di mana 4 sekolah berada di dataran rendah dan 3 sekolah berada di dataran tinggi Kabupaten Gowa, Rabu (6/11/2019).

Ketujuh sekolah tersebut yaitu SMPN 1 Sungguminasa, SDN Pacci’nongang Unggulan, SMPN 3 Sungguminasa, dan SD 3 Limbung Putri, sementara di wilayah dataran tinggi sekolah yang menjadi objek penilaian yakni SMPN 2 Pattallassang, SDN Center Malino, dan SDN Lombassang. 

muhammad-ismak

Ketua Tim Penilai Uji Petik Tony Setiawan mengatakan bahwa peninjauan dilakukan karena Kabupaten Gowa masuk menjadi salah satu daerah nominasi penerima penghargaan dari 21 daerah yang ada secara nasional. Daerah ini pun terbagi 10 kabupaten, 3 provinsi dan 8 kota. 

“Dari 33 nominasi atau daerah yang berhasil ke tahap presentasi kemarin terpilih 21 daerah untuk masuk ke tahap penilaian uji petik. Kabupaten Gowa menjadi salah satu yang kemungkinan besar meraih penghargaan ini dan mewakili 10 kabupaten se-Indonesia,” katanya.

Tony Setiawan menjelaskan bahwa penilaian tersebut dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi sekolah yang ada di Kabupaten Gowa, khususnya pada aktualisasi penerapan TIK pada sistem belajar hingga sistem administrasi sekolah. 

“Dengan apa yang kita dapatkan di lapangan secara nyata juga bisa membantu kami memberikan kebijakan dan masukan kepada pemerintah daerah agar bisa memanfaatkan sistem pengelolaan kependidikannya dengan lebih baik. Terutama dalam hal penerapan sistem TIK,” jelasnya. 

Lanjut Tony yang juga Kepala Balai Pustekkom Kemendikbud Semarang ini mengungkapkan, hal tersebut juga senada dengan apa yang didorong Bapak Menteri Pendidikan yang ingin menerapkan digitalisasi pada sektor pendidikan. 

“Kita ingin inovasi yang diterapkan Pemkab Gowa di sektor pendidikan utamanya program digitalisasi di sekolah dapat dimanfaatkan secara maksimal. Kita tidak ingin apa yang telah ada tidak diterapkan dengan lebih baik,” ujarnya. 

Olehnya itu, ia berharap, masuknya Kabupaten Gowa sebaga nominasi Anugerah Ki Hadjar 2019 tersebut bisa semakin mendorong seluruh stakeholder, utamanya dinas pendidikan dalam menciptakan inovasi-inovasi di bidang TIK demi mendorong kemajuan kualitas pendidikan di daerahnya.

Sementara itu, beberapa yang menjadi fokus tim penilai di SMPN 1 Sungguminasa yaitu terkait implementasi kelas multimedia yang dicanangkan, laboratorium IT, perangkat TIK yang diterapkan dan implementasi inovasi yang telah dihadirkan. 

Sementara, di SDN Paccinongang Unggulan tim penilai meninjau penerapan alat TIK pada program Imtaq di kelas 1 dan 2, ruang edutainment yang telah menerapkan aplikasi cinema edutainment atau konten mata pelajaran berbasis digital.

Sementara itu, Wakil Bupati Gowa Abd. Rauf Malaganni saat menerima rombongan tim penilai di rumah jabatannya berharap Kabupaten Gowa dapat meraih penghargaan ini. 

“Semoga kedatangan tim penilai ini membawa keberkahan bagi daerah kita dan menjadi kado terindah pada perayaan Hari Jadi Gowa ke-699 tahun ini,” singkatnya. 

Adapun pemanfaatan teknologi yang dicanangkan pemerintah daerah hingga saat ini antara lain, program Iman dan Taqwa (Imtaq) untuk kelas 1 dan 2.

Kemudian program Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB) yang mana dalam program ini Dinas Pendidikan telah menyiapkan modul digital, Inovasi Manajemen bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Impian) yang berupa database administrasi online untuk mendata para pengawas, guru, kepala sekolah dan staf. 

Dan pada 2020 mendatang akan dirilis teknologi baru yakni Sistem Informasi Kehadiran Anak (Sika) yang diberi nama A-Kio yang mana orang tua dan guru dapat mengontrol bagaimana tingkat kehadiran dan keaktifan anak di masing-masing kelas dan sekolah.(*)