Hago dan Vlight Luncurkan Jawara Game Indonesia

Dukung Ekonomi Kreatif, Hago dan Vlight Luncurkan Jawara Game Indonesia Berhadiah Rp135 Juta

Senin, 25 November 2019 | 18:47 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Hago bekerja sama dengan sejumlah pihak, meluncurkan kompetisi Jawara Game Indonesia yang berhadiah Rp135 juta.

Kompetisi ini diadakan Hago bersama dengan pengembang game lokal, distributor, komunitas gaming kreatif, dan didukung oleh Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), dan Asosiasi Game Indonesia (AGI).

muhammad-ismak

General Manager Hago, Qiu Bin mengatakan kompetisi Jawara Game Indonesia bertujuan untuk menemukan talenta pengembang game lokal, menciptakan peluang, serta meningkatkan kualitas perindustrian game dan ekonomi kreatif di Indonesia

Kata dia, Jawara Game Indonesia yang telah dimulai dari 20 November 2019 hingga 12 Desember 2019 menampilkan permainan kasual atau midcore game. Para pemenang Jawara Game Indonesia akan menerima total uang tunai sebesar Rp135 juta dan pemenang akan memiliki kesempatan untuk berada di aplikasi bersama dengan 40 game terfavorit yang ada di Hago.

“Hago meluncurkan kompetisi pengembangan game untuk mendorong talenta lokal dalam berpartisipasi serta menjadi wadah untuk menunjukkan keahlian mereka. Tidak hanya pandai dalam bermain game, kami berharap setelah diadakannya kompetisi ini, minat muda mudi Indonesia menjadi pengembang game dan berkontribusi pada ekonomi kreatif akan menjadi lebih besar,” jelasnya.

Sementara itu, Deputi Infrastruktur, Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf), Hari Sungkari menambahkan pihaknya mengapresiasi peluang yang diberikan Hago dalam penyelenggaraan kompetisi pengembangan game. Game merupakan salah satu subsektor dari ekonomi kreatif.

“Saya berharap akan lahir produk-produk game yang kekayaan intelektual dimiliki anak bangsa dan dapat bekerja sama dengan Hago,” jelasnya.

Kata dia, tren game online bukanlah hal yang baru di Indonesia. Tingginya minat masyarakat akan game online, tepatnya 43,7 juta pemain menjadikan Indonesia sebagai salah satu target pasar bagi perusahaan game online lokal maupun dunia.

Senada diungkapkan, Wakil Presiden AGI, Adam Ardisasmita,
AGI sepenuhnya mendukung kompetisi pengembang gim oleh HAGO. Kegiatan seperti ini sangat berguna untuk melahirkan pengembang gim baru dan mengembangkan industri gim di Indonesia.

“Sekarang kami memiliki 35 studio gim atau penerbit sebagai anggota, semuanya memiliki potensi yang baik. Dan kami sangat menghargai serta mengakui bahwa HAGO memberikan kesempatan besar kepada talenta lokal untuk menunjukkan apa yang dapat mereka lakukan. Kami harap ini bukan yang terakhir,” tuturnya.

Sekadar diketahui, untuk mengikuti kompetisi Jawara Game Indonesia, calon peserta bisa berasal dari kalangan pelajar SMA, mahasiswa, pengembang lokal, atau pecinta gim, serta harus berkewarganegaraan Indonesia.

Jenis tipe dan generator permainan yang dapat ikut serta dalam kompetisi Jawara Game Indonesia adalah HTML5, seperti Cocos Creator, Laya, Egret, BabylonJS, Phaser, pixiJS, ThreeJS, PlayCanvas, dan melonJS.

Gim yang dikirimkan harus terjamin keasliannya dengan otorisasi yang sah, tidak melanggar hak hukum subjek apapun, dan tidak mengandung konten SARA (suku, agama, ras, antargolongan) juga politik. Penjurian akan dilakukan menggunakan skor berdasarkan permainan gim dan seni desain serta akan ada poin tambahan untuk permainan gim yang kreatif dan menggunakan tema yang unik.

Selain juara pertama, juara kedua akan mendapatkan uang tunai sebesar 40 juta rupiah, juara ketiga akan mendapatkan uang tunai sebesar 20 juta rupiah, juara keempat mendapatkan 10 juta rupiah, dan juara kelima mendapatkan 5 juta rupiah.

Untuk mengikuti kompetisi Jawara Game Indonesia, peserta dapat mengirimkan gim ke email [email protected] dengan judul, yaitu submission – jenis gim – nama gim – nama pengembang. Pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada 18 Desember 2019.(rls)