Asmiati, guru Sekolah Dasar (SD) Inpres Bontosunggu Kecamatan Bajeng Barat

Hari Guru Nasional, Ini Harapan Guru Cantik Asal Gowa

Senin, 25 November 2019 | 17:27 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM — Peringatan Hari Guru Nasional di Indonesia jatuh pada hari Senin (25/11/2019). Berbagai harapan dari para guru Indonesia, seperti yang diungkapkan oleh Asmiati asal Romangbone, Desa Borimatangkasa, Kecamatan Bajeng Barat Kabupaten Gowa ini.

Guru cantik yang mengajar di Sekolah Dasar (SD) Inpres Bontosunggu Kecamatan Bajeng Barat ini berharap pada momentum Hari Guru Nasional, guru harus mampu berinovasi dan mengikuti perkembangan zaman.

muhammad-ismak

“Guru harus bisa berinovasi supaya pendidikan di Indonesia lebih meningkat, seperti yang dikatakan Pak Menteri Pendidikan, guna mempersiapkan SDM yang unggul menuju abad 21. Guru juga harus bisa mengikuti perkembangan jaman, terutama di bidang IT, jangan sampai nantinya siswanya lebih pintar menggunakan IT daripada gurunya dalam pembelajaran khususnya dan guru juga jangan pernah berhenti belajar,” kata gadis kelahiran 26 April 1992 ini.

Tak hanya itu, anak dari pasangan Muhammad tasim dan Minasang tersebut juga berharap ke depan Pemerintah lebih memperhatikan nasib para guru yang ada di Indonesia, khususnya guru honorer.

“Saya juga berharap, semoga pemerintah semakin memperhatikan nasib guru-guru di Indonesia terutama guru honorer yang sudah mengajar sampai puluhan tahun dan semoga di seluruh Indonesia pendidikan merata,” harapnya.

Mia sapaan akrab Asmiati menilai bahwa guru memiliki tugas yang berat untuk membentuk karakter anak bangsa. Menurutnya, guru bukan hanya sebagai pengajar di sekolah yang hanya mengajarkan mata pelajaran tertentu saja. Akan tetapi di samping itu, guru juga sebagai pendidik.

“Guru selain mengajarkan ilmu pelajaran-pelajaran yang wajib, seperti agama, PKn dan sebagainya, guru juga harus bisa membantu siswa untuk membentuk karakter yang baik dalam dirinya. Misalnya, guru SD seperti saya, siswanya pasti sangat mendengarkan atau bahkan meniru apa yang dilakukan oleh gurunya jadi sebagai seorang guru, kita harus memberi tahu dan memberi contoh baik kepada siswa agar tercipta karakter yang baik pula,” ujar anak kedua dari tiga bersaudara ini.

Lanjutnya, lulusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Makassar (UNM) ini juga mengatakan bahwa hal tersebut dapat terjadi jika semua usaha guru, juga harus ada kerja sama yang baik dengam orang tua siswa dalam mendidik anak-anak mereka.

Terangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 2015 lalu, guru cantik yang saat ini masih singel tersebut mengaku punya suka duka tersendiri selama mengajar. Menurutnya, selain karakter murid, dirinya juga bertemu berbagai karakter orang tua murid.

“Guru akan bertemu dengan berbagai karakter murid dan orang tua murid. menurut saya, itu yang paling utama yang harus kita ketahui sebagai seorang guru agar dapat lebih mudah berinteraksi dengan murid tersebut,” kisahnya.

Saat mengajar, Asmiati mengaku punya rasa kepuasan tersendiri. Misalnya ketika ada masalah pribadi, bertemu murid-murid dengan tingkah laku lucu membuat sedikit banyak akan membuatnya tenang dan terhibur serta melupakan masalah tersebut walaupun hanya sesaat.

“Kalau ada masalah pribadi, kemudian dibawa ke sekolah, itu bisaki terhibur kalau dilihatki muridta, apalagi kalau ada tingkah lucunya murid di dalam kelas. Kayak itu masalah bisa dilupakan sejenak. karena memang harusnya kalaupun punya masalah pribadi, tidak boleh dibawa ke dalam kelas, apalagi dilampiaskan ke murid,” kata guru yang hobi Nonton film tersebut.

“Karena kadang saya liat, dan saya alami, kadang ada murid yang tingkahnya agak di atas rata-rata, bikin emosi, tapi sebagai guru, kita harus bisa mngendalikan emosi di depan murid supaya murid dalam belajar tidak  tertekan,” tambahnya.(*)


IMG-20191125-WA0031