Stand SDN Bontomanai Unggulan di ajang Diseminasi SPMI Tingkat Sulsel di Soroako, Kecamatan Nuha, Luwu Timur saat diabadikan, Minggu, 1 Desember 2019 lalu. SDN Bontomanai Unggulan mengharumkan nama Gowa dengan keluar sebagai Juara Pertama

Juara I SPMI Tingkat Sulsel, Begini Model Kepemimpinan Kepsek SDN Bontomanai Unggulan

Rabu, 04 Desember 2019 | 17:34 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Rusli - GoCakrawala

GOWA, GOSULSEL.COM — Kedisiplinan kunci utama suksesnya pekerjaan. Ini disadari betul Dahliah, Kepsek SDN Bontomanai Unggulan. Kedisiplinan yang ia terapkan, mengangkat prestasi SDN Bontomanai Unggulan.

Dahliah menjabat Kepsek SDN Bontomanai Unggulan September 2019. Sejak itu, sudah banyak prestasi yang ia ukir untuk sekolahnya. Teranyar, SDN Bontomanai Unggulan Juara I Diseminasi Hasil Implementasi Sistem Penilaian Mutu Internal (SPMI) Tingkat Sulsel. Ajang ini dihelat di Soroako, Kecamatan Nuha, Luwu Timur, 29 November-1 Desember 2019.

Dahliah sangat bangga dengan prestasi sekolahnya. Ia tak berhenti sumringah saat memaparkan keberhasilan SDN Bontomanai Unggulan mengharumkan nama Gowa di level provinsi. 



Terutama soal 8 Standar Nasional Pendidkan (SNP) yang jadi penilaian Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) dalam Diseminasi SPMI di Luwu Timur. Mulai dari analisis mutu raport, kegiatan ekstrakurikuler, standar isi hingga dokumen satu (kurikulum sekolah) dokumen dua (silabus) dan dokumen tiga (RPP guru). 

“Semua ini berkat kerjasama guru dan masyarakat yang membantu saya melakukan inovasi. Sehingga indikator penilaian SPMI SDN Bontomanai Unggulan jadi terbaik di Sulsel,” tutur Dahlia kepada Go Cakrawala, Rabu (4/12/2019).

Salah satu inovasi yang dinilai vital mengangkat mutu SDN Bontomanai Unggulan mengenai kedisiplinan. Dahliah mengaku, kedisiplinan merupakan hal prioritas yang ditanamkan oleh Dahliah. 

Di mana setiap guru sudah diwajibkan tiba di sekolah pukul 07.00 Wita. Tak boleh telat. 

“Guru menjemput langsung murid di gerbang. Itu sudah tradisi di sekolah ini. Makanya guru wajib ada di sekolah lebih dulu dari murid,” beber Dahliah.

Menurutnya, kebiasaan guru menjemput murid di pintu gerbang juga sebagai bagian dari pembentukan karakter anak didik. Di mana setiap murid bersalaman dan mencium tangan gurunya sebelum masuk ke kelas dan memulai pelajaran pukul 07.15 Wita. 

“Kedisiplinan ini berjalan lancar karena guru melaksanakannya dengan ikhlas,” tandas Dahliah.

Meski membawa prestasi, namun Dahliah masih tetap tidak puas dengan kondisi sekolahnya. Terutama sarana dan prasarana yang ada. Menurutnya, sebagai sekolah unggulan, fasilitas di sekolahnya mesti lebih lengkap. 

“Kondisi gedung sekolah di sini sudah banyak retak. Contohnya ruang guru. Mestinya direhab atau bangunannya dipertingkat. Kami harap perhatian Pemda dalam hal ini Dinas Pendidikan Gowa,” ucap dia.(*)


BACA JUGA