FOTO: Meriam polong tua peninggalan masa Kerajaan Gowa di kompleks Benteng Somba Opu, Kabupaten Gowa/Junaid/GOSULSEL.com

Penunggu Meriam Polong Peninggalan Kerajaan Gowa

Jumat, 06 Desember 2019 | 12:59 Wita - Editor: Muhammad Fardi - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM — Meriam Polong atau meriam patah yang konon katanya merupakan peninggalan pada masa Kerajaan Gowa. Meriam tua yang terletak di kompleks Benteng Somba Opu Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan ini dikenal memiliki sosok gaib penunggu yang kerap kali ada di sekitaran Meriam Polong.

Tidak sulit untuk menemukan Meriam Polong itu, aksesnya juga cukup mudah. Letaknya berada diantara Baruga Benteng Somba Opu dan Museum Karaeng Pattingalloang. Tepat berada di bawah pohon besar.

Suatu waktu, saya berkunjung ke lokasi Meriam Polong itu, pas di depan Museum Karaeng Pattingalloang patahan alat perang masa Kerajaan Gowa itu tampak sudah menyatu dengan akar pohon besar. Bagian meriam dipenuhi dengan sesajen.

Di lokasi tidak jauh dari Meriam Polong bertemu dengan Daeng Rani (70 tahun) seorang kakek warga sekitar yang berkunjung. Ia mengatakan bahwa patahan meriam itu tidak bisa lagi dipindahkan, karena sudah menyatu dan dililit oleh akar pohon besar.

Daeng Rani mengatakan bahwa tempat itu memang dikeramatkan. Meriam Polong tidak pernah terlihat bersih dari taburan bunga dan sesajen, ada pula lilin. Kata Daeng Rani, pengunjung biasanya membahwa berbagai macam sesajen dan di tempat itu berdoa meminta rezeki.

“Memang sering banyak orang yang datang dengan membawa makanan bahkan juga pernah ada orang potong kambing di sini,” kata Daeng Rani.

Daeng Rani tidak menampik bahwa sering ada sosok gaib yang menampakkan diri, hanya saja itu berdasarkan pengakuan beberapa orang pengunjung. Daeng Rani sendiri mengaku tidak pernah melihatnya secara langsung.

Akan tetapi, kata dia, aura mistis saat berada di sekitar patahan meriam memang selalu terasa.

“Kalau saya belum pernah melihat penampakan atau pun makhluk-makhluk aneh lainnya. Cuma katanya, ada salah seorang pengunjung yang pernah melihat sesosok bayi di atas jembatan dekat tempat meriam polong ini,” kata Daeng Rani.(*)