Ahmad Nur Ansari, putra Selayar 13 April 1997, mahasiswa Ilmu Politik Fakultas Ushuluddin, Filsafat dan Ilmu Politik (FUFIP), UIN Alauddin Makassar, menjadi wisudawan terbaik periode Desember 2019 dengan nilai Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 4.00

Ahmad Nur Ansari Putra Kelahiran Selayar Jadi Lulusan Terbaik UIN Alauddin Makassar

Rabu, 18 Desember 2019 | 18:05 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Suatu kebanggaan tersendiri bagi seorang mahasiswa jika dinobatkan menjadi lulusan terbaik di salah satu perguruan tinggi. Seperti itulah yang dirasakan Ahmad Nur Ansari, putra Selayar 13 April 1997.

Mahasiswa Ilmi Politik Fakultas Ushuluddin, Filsafat dan Ilmu Politik (FUFIP) menjadi wisudawan terbaik periode Desember 2019 dengan nilai Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 4.00.

Kepada Gosulsel.com, Ari sapaannya mengaku bangga dengan raihan tersebut. Ia menyebutkan bahwa pencapaian tersebut tak lepas dari dukungan berbagai pihak terutama orang tua.

“Pencapaian ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak yang pertama tentunya orang tua dan keluarga yang selalu mensupport dan menyemangati, hal itu menjadi sumber kekuatan bagi saya dalam menyelesaikan studi, kedua para pimpinan kampus, dosen dan seluruh civitas akademika UIN Alauddin Makassar yang telah membagi ilmunya dan yang terakhir tentunya seluruh sahabat seperjuangan dari awal sampai hari ini yang selalu membersamai baik dalam susah maupun senang,” ucapnya.

Ari juga mengaku tak menyangka jika ia akan dinobatkan menjadi lulusan terbaik. Pasalnya ia tidak memiliki target untuk menjadi lulusan terbaik.

“Sebenarnya saya tidak punya target untuk menjadi wisudawan terbaik. Seandainya saya punya target mungkin saya hanya fokus kuliah saja tapi nyatanya saya juga aktif berorganisasi,” ujarnya.

Selama kuliah, anak dari pasangan Abd Wahab dan Andi Intang ini mengaku aktif di berbagai organisasi kampus bahkan menduduki jabatan strategis dari organisasi tersebut. 

Seperti menjabat sebagai Ketua Departeman Pendidikan dan Penerbitan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) RITMA UIN Alauddin Makassar tahun 2017, kemudian menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa (Sema) Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik tahun 2018
 dan Ketua Senat Mahasiswa (Sema) UIN Alauddin Makassar tahun 2019.

Menurutnya, organisasi tersebut bukan penghalang untuk berprestasi. Yang terpenting menurutnya bagaimana cara mengatur waktu antara organisasi dan kuliah. 

“Sekali lagi saya menjadi wisudawan terbaik bukan karena saya paling cerdas tapi bisa jadi karena usaha saya lebih besar dari yang lain, berani keluar dari zona nyaman, dan menerima setiap challenge yang ada. Manajemen waktunya harus bagus, kita harus mampu membagi waktu antara akademik dan organisasi,” lanjutnya.

Anak pertama dari dua bersaudara juga ini punya prinsip bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang belum pernah didapatkan maka lakukanlah sesuatu yang belum pernah kamu lakukan. 

“Jika selama ini ada impianmu yang belum terwujud mungkin usahamu yang masih kurang, jika selama ini kamu hanya fokus kuliah dan berada di zona nyamanmu saja cobalah sekali-kali keluar dari zona nyaman ikut beroganisasi atau kelompok belajar, dan jika engkau ingin jadi yang terbaik maka lakukanlah hal yang paling terbaik menurutmu,” tambahnya.(*)