Bawaslu Kabupaten Gowa melaunching Desa Rannaloe Kecamatan Bungaya menjadi Desa Sadar Pengawasan, Senin (23/12/2019)

Bawaslu Gowa Launching Rannaloe Sebagai Desa Sadar Pengawasan

Selasa, 24 Desember 2019 | 00:34 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM — Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Gowa melaunching Desa Rannaloe Kecamatan Bungaya menjadi Desa Sadar Pengawasan, Senin (23/12/2019).

Ketua Bawaslu Gowa, Syamsuar Saleh mengatakan bahwa desa sadar pengawasan yang berada di Kecamatan Bungaya adalah satu-satunya di Kabuapten Gowa.

Menurutnya, kehadiran Desa Sadar Pengawasan dengan harapan akan menawarkan virus pengawasan partisipasi maupun anti politik uang di seluruh desa di wilayah Kabupaten Gowa pada 2020 mendatang.

“Kita ingin proses pilkada yang tercipta nantinya adalah pilkada yang berintegritas sehingga menjadi percontohan wilayah pilkada yang berhasil dan aman dengan mengawasi seluruh tahapan pilkada,” ujarnya.

Syamsuar mengungkapkan bahwa dipilihnya Desa Rannaloe menjadi desa sadar pengawasan dengan melihat hasil survei dalam pemilihan kepala desa hingga pemilihan gubernur yang lalu di mana desa tersebut menjadi desa yang tingkat partisipasi pemilihnya tinggi serta yang paling bersih dengan menolak politik uang.

Wakil Bupati Gowa, Abd. Rauf Malaganni yang hadir langsung melaunching Desa Sadar Pengawasan tersebut mengatakan bahwa penunjukkan Desa Rannaloe sebagai Desa Sadar Pengawasan merupakan kesempatan yang sangat baik untuk dapat membuktikan bahwa wilayah tersebut memang layak dan pantas untuk dijadikan percontohan dalam pengawasan pada pilkada serentak 2020 mendatang.

“Launching Desa Sadar Pengawasan ini akan menjadi satu momentum bersejarah serta babak baru dalam memulainya proses demokrasi maupun pendidikan politik. Termasuk menjadi langkah nyata dalam mendorong kesadaran peningkatan partisipasi politik masyarakat,” ujarnya.

Olehnya itu, ia berharap kehadiran Desa Sadar Pengawasan Partisipatif tersebut bukan hanya menjadi contoh desa pengawasan partisipasi untuk desa-desa lainnya dengan mendorong peningkatan jumlah pemilih, tetapi juga menjadi desa yang mampu bekerja efektif agar praktek-praktek kecurangan, manipulasi, politik uang, politisasi SARA hingga intimidasi dapat dihindari.

“Praktek-praktek ini merupakan ancaman besar bagi demokrasi dan kedaulatan rakyat. Desa ini harus bisa mengajak masyarakatnya dan menjadi contoh kepada desa yang lain agar menjadi pemilih yang cerdas, karena sekarang bukan zamannya lagi menciptakan dan mempertahankan pemilih tradisional dalam artian tidak lagi menggunakan politik uang dan SARA dalam mempengaruhi pilihan pemilih,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Camat Bungaya Muhammad Natsir mengapresiasi dicanangkan Desa Rannaloe sebagai Desa Sadar Pengawasan oleh Bawaslu Gowa. Ia menegaskan, kepercayaan yang diberikan tersebut akan dijalankan dengan sangat baik.

“Kecamatan Bungaya menjadi salah satu kecamatan terbaik pada partisipasi pemilihnya pada pemilihan gubernur di 2019 mendatang sehingga kami akan berupaya apa yang diamanahkan saat ini akan dijalankan dengan sangat baik,” ungkapnya.(*)


BACA JUGA