Usai Dapat Predikat Terbaik di Sulsel, BUMDes Bonto Sunggumanai Pattallassang Terus Berinovasi

Jumat, 27 Desember 2019 | 14:56 Wita - Editor: Muhammad Fardi - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM – Usai mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sebagai Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) terbaik di Sulsel, BUMDes Bonto Sunggumanai Kecamatan Pattallassang terus berinovasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua BUMDes Bonto Sunggumanai, Noorsalam Ago. Menurutnya BUMDes yang ia pimpin akan terus berkontribusi dan membantu Pemerintah Desa untuk mensejahterakan masyarakat.

“Insya Allah saya bersama pengurus dalam kebersamaan mengabdi membantu pemerintah desa, kami terus berupaya untuk dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli desa dan membuka lapangan kerja yg seluas-luasnya bagi warga desa kami dan masyarakat sekitarnya,” kata Noorsalam Ago, Jumat (27/12/2019).

Menurut Noorsalam Ago, banyak hal yang bisa dikembangkan dan Desa Sunggumanai memiliiki banyak potensi yang sangat besar. Seperti di sektor pertanian.

Untuk mengembangkan potensi di sektor pertanian, Noorsalam Ago menyebutkan bahwa kedepan dia akan memaksimalkan dengan mendorong terbangunnya pabrik penggilingan gabah (rice mill) yang menjadi Beras Kemasan sebagai Produk Unggulan Desa (prukades) Bontosunggumanai.

Tak hanya sektor pertanian, kedepan kata Noorsalam Ago BUMDes Bonto Sunggumanai akan membuka keran seluas-luasnya bagi investor untuk berinvestasi ke Desa Sunggumanai yang merupakan desa terdekat dari pusat Kota Makassar.

“Kami di desa akan menjalankan pesan-pesan pemerintah pusat, pemerintah provinsi sulsel, dan pemerintah kabupaten gowa; untuk kami berupaya melahirkan inovasi-inovasi kreatif daerah di sektor peningkatan ekonomi,” tandasnya.

Ia juga menambahkan bahwa BUMDes yang ia kelola saat ini memiliiki lima unit usaha. Yaitu badan usaha bidang industri yang meliputi pembuatan paving blok, beton kastim, dan batako.

Kedua, badan usaha perdagangan hasil pertanian yang meliputi jual beli gabah, jagung dan ubi. Ketiga adalah unit usaha agribisnis dan holtikultura, yang meliputi budi daya tanaman dan suplai jagung (baby corn).

Keempat unit usaha jasa lembaga keuangan mikro desa (LKM) dan kelima yaitu unit usaha jasa loket resmi pembayaran online atau Payment Point Online Bank (PPOB) dan agen BRI Link.(*)