Siswa SMK Negeri 5 Gowa berkeliaran menggunakan kendaraan di depan sekolah saat jam belajar, Senin (13/1/2020)

Rawan Perkelahian Antar Siswa, Kepsek SMK 5 Gowa: Kami Janji Berbenah

Senin, 13 Januari 2020 | 23:51 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Rusli - GoCakrawala

GOWA, GOSULSEL.COM — SMK Negeri 5 Gowa tak kondusif. Rawan terjadi perkelahian antar siswa. Sudah beberapa kejadian, siswa di sekolah ini masuk rumah sakit karena dianiaya sesama temannya. 

Kejadian terbaru dialami Fadrian. Siswa Kelas XII ini mesti menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena babak belur dianiaya di sekolahnya. Tokoh masyarakat Pattallassang, Nurdin Bundu menyesalkan kondisi SMK Negeri 5 Gowa. 

muhammad-ismak

Menurutnya, ini terjadi karena lemahnya pengawasan dari guru dan kepala sekolah. “Fadrian itu dianiaya di sekolahnya. Ironisnya pelakunya siswa dari luar sekolah. Ini menandakan pengawasan kepala sekolah dan guru terhadap siswanya sangat lemah. Begitu bebasnya siswa dari luar masuk ke SMK 5  melakukan penganiayaan,” beber Nurdin, Senin (13/1/2020).

Pengamatan Nurdin, kondisi SMK 5 Gowa memang amburadul. Selain pengawasan lemah, kedisiplinan guru-guru disana juga sangat rendah. Kerap telat masuk mengajar. Begitupun siswa kerap berkeliaran di luar sekolah di jam-jam belajar. 

“Belum lagi soal kerapian siswa. Berpakaian tanpa atribut. Rerata siswa laki- laki berambut panjang alias gonrong. Dimana perhatian kepala sekolah dan guru-gurunya,” sorotnya.

Kepsek SMK Negeri 5 Gowa, Muh Yusuf saat dikonfirmasi berjanji akan membenahi kondisi sekolahnya. Selain meningkatkan pengawasan siswa, ia juga akan membenahi kedisiplinan guru. 

“Kita tidak pungkiri kondisi ini. Inilah yang sekarang saya benahi secara perlahan. Pengawasan siswa dan kedisiplinan guru. Saya mohon dukungan,” ujar Yusuf.

Selama ini, kata dia, sudah berupaya menanamkan kedisiplinan kepada guru. Dengan cara dirinya selalu datang ke sekolah sebelum jam pelajaran dimulai. 

“Saya baru 6 bulan bertugas disini. Tapi sudah banyak saya perbaiki. Sedikit demi sedikit. Begitupun setiap hari saya tiba di sekolah pukul 06.00 Wita. Lebih dulu dari siswa. Harapan saya ini menjadi contoh bagi guru untuk lebih rajin,” tandas Yusuf.(*)


BACA JUGA