Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Gowa dan relawan SAR Kota Malino

Sempat Tertutup Akibat Longsor, Jalan Pa’Bentengan Malino Sudah Dapat Dilalui

Senin, 13 Januari 2020 | 22:42 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM — Badan jalan di Dusun Pa’Bentengan, Kelurahan Parang Bugisi Malino, Kecamatan Tinggimoncong yang sempat tertutup akibat bencana alam longsor, Minggu (12/1/2020) kemarin kini sudah dapat dilalui pengguna jalan.

Hal tersebut karena adanya tindakan cepat dari masyarakat, pemerintah kecamatan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Gowa dan relawan SAR Kota Malino untuk membersihkan secara bergotong royong tumpukan longsor tersebut.

Longsor tersebut terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi secara terus menerus. Sehingga menyebabkan terkikisnya sebagian bahu jalan dengan panjang lebih 5 meter dengan ketinggian longsor 3 meter sehingga menutup bahu hingga badan jalan tertutup.

“Alhamdulillah sudah teratasi, jalan yang tertutup sudah bisa di lalui. Masyarakat serta organisasi kelompok pemuda (OKP), serta unsur tripika kecamatan hari itu juga turun bersama membersihkan tumpukan longsor,” terang Camat Tinggimoncong, Andry Mauritz saat dikonfirmasi, Senin (13/1/2020).



Meski tumpukan longsor telah teratasi pihaknya bersama masyarakat dan TRC akan tetap meningkatan kesiangan jika terjadi hal-hal yang di luar kendali.

Sementara, Kepala BPBD Kabupaten Gowa Iksan Parawangsa mengatakan, longsor di Kecamatan Tinggimoncong tersebut disebabkan karena tingginya intensitas hujan sejak Jumat hingga Minggu (10-12) Januari 2020 dan puncaknya pada Minggu sekitar pukul 12:30 Wita.

“Terjadi hujan seharian dengan intensitas tinggi. Hal inilah yang menyebabkan longsor yang mengakibatkan tertutupnya badan jalan,” katanya

Pasca terjadinya longsor pihaknya pun bersama masyarakat dan pemerintah kecamatan segera melakukan assesment dan peninjauan lokasi serta gotong royong. Membersihkan tumpukan longsor yang menghambat pengguna jalan.

“Allhamdulilah kejadian longsor ini tidak memakan korban,” ungkapnya.

Dirinya mengimbau agar masyarakat tetap meningkatkan kesiapsiagaan jika terjadi longsor susulan. Pasalnya curah hujan hingga akhir Januari berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Makassar akan terjadi secara terus menerus dengan intensitas sedang, hingga tinggi (lebat).

“Tim kami tetap akan standby, termasuk di wilayah dataran tinggi lainnya yang memang merupakan wilayah rawan longsor. Selain itu kami tetap meminta masyarakat untuk senantiasa berdoa kepada Allah SWT, agar wilayah kita ini aman dari bencana,” tutupnya.(*)