DPP Himpunan Pelajar dan Mahasiswa (HIPMA) Kabupaten Gowa menggelar Dialog Empo Sipitangari di Warkop New Tosil, Jalan Tun Abd Razak, Keci Sombaopu, Jumat kemarin (17/1/2020)

Dialog DPP HIPMA Gowa, Sekda Ungkap Langkah Pemerintah Cegah Banjir dan Longsor

Sabtu, 18 Januari 2020 | 10:29 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM — Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himpunan Pelajar dan Mahasiswa (HIPMA) Kabupaten Gowa menggelar Dialog Empo Sipitangari di Warkop New Tosil, Jalan Tun Abd Razak, Keci Sombaopu, Jumat kemarin (17/1/2020).

Kegiatan yang mengangkat tema “Jeneberang Titik Temu Pemanfaatan dan Pelestarian” tersebut menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Muchlis, Direktur WALHI Sulsel Muh Al Amien , ESDM Wilayah II Sulsel Djeni Abdullah dan Kepala Seksi BBWS Jeneberang Hasanuddin.

Ketua DPP Hipma Gowa, Riring Hasyim mengatakan tujuan diadakannya dialog tersebut untuk menggalang pemikiran-pemikiran strategis yang akan dijadikan acuan dalam rangka mencari titik temu kebijakan strategis pencegahan bencana akibat kerusakan lingkungan khususnya di Perairan Sungai Jeneberang.

Sementara itu, Sekda Gowa, H. Muchlis pada kesempatan tersebut membeberkan upaya pemerintah dalam melakukan pemanfaatan dan pelestarian kawasan Sungai Jeneberang saat ini, salah satunya akan dilakukannya penanaman jenis Pohon Vetiver yang efektif untuk menahan erosi, sehingga dapat mencegah terjadinya longsor.



“Tanaman vetiver ini sangat baik untuk menguatkan tanah jadi kami telah mengajak kerjasama jajaran Polres dan Dandim untuk mengecek lokasi mana yang cocok terutama daerah rawan longsor dan jalan provinsi,” katanya.

Selain itu, untuk mencegah longsor dan banjir terulang yang terjadi di wilayah Kabupaten Gowa tahun lalu, Pemerintah Pusat segera membangun bendungan baru untuk menampung debit air dalam jumlah besar di Wilayah kabupaten Gowa, Makassar dan sekitarnya.

“Ide tersebut muncul saat kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla awal tahun lalu. Bendungan ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengendalikan banjir,” jelasnya.

Tak hanya itu, untuk dataran tinggi juga telah diedukasi para petani untuk menanam kopi di bantaran Sungai di dataran tinggi dan bisa ditanami berdampingan dengan tanaman sayur yang biasa ditanam oleh para petani.

Olehnya, Muchlis turut menyampaikan apresiasi kepada HIPMA Gowa, karena telah mengadakan kegiatan atau diskusi tersebut untuk menyamakan persepsi dan dengar pendapat.(*)