Puluhan Dosen Ikuti Pakerti di Unibos Makassar

Senin, 20 Januari 2020 | 12:09 Wita - Editor: Muhammad Fardi -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Puluhan dosen mengikuti Pelatihan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) Universitas Bosowa (Unibos) bersama Career Development Center (CDC) Unibos di Ruang Senat Lantai 9 Unibos selama 4 hari hingga hari ini, Minggu (19/01/2020).

Kegiatan ini digelar sebagai salah satu peningkatan kapasitas dan kualitas tenaga pengajar. Dalam kegiatan yang didampingi langsung Rektor Unibos bersama para wakil rektor ini dihadiri 45 tenaga pendidik tidak hanya dalam lingkup Unibos tetapi juga dari perguruan tinggi lainnya.

Seperti dari Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar, Sekolah Kesehatan Pare-Pare, Universitas Ikhsan Gorontalo dan Universitas Tadulako Palu.

Pekerti yang dilaksanakan untuk membantu para dosen meningkatkan kemampuan dalam bidang tri dharma perguruan tinggi ini mendapatkan arahan langsung dari beberapa pemateri. Termasuk, Prof. Jasruddin, M.Si (Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IX-LLDikti), Prof. Dr. A. Muin Fahmal, S.H.,M.H  (Ketua Unit Pengembangan Sumber Daya Manusia UPSDM LLDikti Wilayah IX).



Turut pul anggota UPSDM LLdikti Wilayah IX Prof. Dr. Ansar, SE., M.SI,  Prof. Dr. Eliza Melayani, M.Si, Prof. Dr. Kaharuddin, M.Hum, Dr. Ridwan Daud, M.Pd, dan Dr. Salam Siku, S.H., M.H.

Beberapa materi yang diberikan untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik dalam pelatihan ini yaitu strategi peningkatan kualitas pendidikan tinggi, teori belajar dan motivasi, pembelajaran orang dewasa, prinsip psikologi pendidikan, model pembelajaran inovatif, termasuk metode pembelajaran daring dan peningkatan proses pembelajaran lainnya.

Rektor Unibos, Prof Saleh Pallu menuturkan bagaimana PKERTI ini sangat penting bagi seorang dosen.

“Pekerti ini memang merupakan sesuatu kewajiban bagi dosen yang dilakukan sebelum menghadapi proses mengajar, ini seperti SIM (Surat Izin Mengajar). Apa yang diaplikasikan dalam proses mengajar mestinya sesuai dengan dasar teori yang disampaikan,” katanya.

Di sini, kata dia, para dosen tentunya akan lebih memahami bagaimana proses belajar yang melibatkan inteligensi, psikomotorik, dan kognitif mahasiswa dalam mengajar.

“Ini juga akan sangat berguna dan diperuntukan untuk dosen-dosen baru. Karena output yang baik tentunya juga dipengaruhi bagaimana input yang baik dari para dosen,” tambahnya.(*)


BACA JUGA