(FOTO: Patung massa di pertigaan jalan Andi Tonro, Sungguminasa, Kabupaten Gowa/Selasa, 13 September 2016/Marwan Paris/GoSulsel.com)

Begini Tanggapan Dewan Soal Pro dan Kontra Pembongkaran patung Massa

Selasa, 21 Januari 2020 | 15:39 Wita - Editor: Muhammad Fardi -

GOWA, GOSULSEL.COM – Patung Massa masih berdiri tegak, tepat di pertigaan jalan Kacong Daeng Lalang – Andi Tonro – Abd Muthalib Daeng Narang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Beberapa bagian patung itu tampak sudah mulai hancur. Warnanya pun sudah memudar, akibat dimakan usia. Sejumlah warga dan pengendara yang melintas, tentu sudah tidak asing dengan patung tersebut.

Semua warga Butta Bersejarah mungkin tahu lokasi itu. Tempat yang kerap dijadikan patokan oleh warga sekitar, saat akan bertemu dengan seseorang dalam suatu waktu.

Patung itu diisukan akan dibongkar oleh Pemerintah Kabupaten Gowa. Karena dianggap punya arti yang tidak baik.



Apalagi, patung yang berdiri sejak sekitar tahun 1990-an itu berdekatan sebuah sekolah. Memberikan pemandangan buruk bagi anak sekolah di sana.

Pembongkarannya hingga awal tahun 2020 ini belum juga terealisasi. Dikarenakan ada aliran listrik yang mengalir, dekat dengan patung tersebut. Ketua Komisi III DPRD Gowa, Andi Lukman Naba bereaksi soal pembongkaran itu.

“Itu memang akan dibongkar, karena itu memang perintah dari Bupati langsung. Kami sudah ketemu dengan tokoh masyarakat, dan tetap ini (merespon),” kata Lukman, Selasa (21/1/2020).

Namun saat akan dibongkar, legislator dari partai Demokrat itu meminta untuk dikaji ulang. Menurut dia, sangat disayangkan jika salah satu ikon di Gowa justru dihilangkan.

Perlu ada pengecilan bangunan patung tersebut, atau dengan membuat perencanaan lain dalam hal tersebut.

“Tapi akan diperkecil. Kalau konsepnya kami belum lihat. Kalau soal setuju atau tidak, kita lihat nanti kajiannya. Jadi minimal patung itu diperkecil,” kata dia.

Namun sebelumnya, pembongkaran patung tersebut mendapat respon dari masyarakat. Tak terkecuali dari pihak pemerintah sendiri.

Jika dilihat dari fisik patung tersebut, memang tampak dianggap seolah-olah sangat menganut kekerasan. Patung itu seolah-olah sedang menghakimi seseorang, hingga mengalami pendarahan.

Ada juga yang menyebut sebagai bangunan yang menyebabkan kemacetan di sore hari. Salah satu warganet bernama Inho, dalam komentarnya di Facebook yang dilihat beberapa waktu lalu.(*)


BACA JUGA